iklan ucapan polri-2
pupuk
iklan ulta memorandum

Mengenal Tradisi Makan Bersama di Indonesia dari Bancakan hingga Liwetan

Mengenal Tradisi Makan Bersama di Indonesia dari Bancakan hingga Liwetan

Tradisi makan bersama dengan hidangan di atas hamparan daun pisang menjadi bentuk kebersamaan masyarakat Indonesia.-istimewa-

SURABAYA, MEMORANDUM.CO.ID – Tradisi makan bersama menjadi bagian dari kehidupan masyarakat Indonesia yang tidak sekadar bertujuan menikmati hidangan, tetapi juga mempererat hubungan keluarga dan masyarakat.

BACA JUGA:Daun Pandan Tak Hanya untuk Pewangi Makanan, Apa Saja Manfaatnya?

Di sejumlah daerah, tradisi tersebut dilakukan dengan cara khas. Masyarakat Jawa dan Sunda, misalnya, mengenal bancakan atau liwetan dengan menyajikan nasi dan lauk-pauk di atas hamparan daun pisang untuk disantap bersama.


Mini kidi--

Tradisi itu biasanya hadir dalam berbagai acara keluarga, syukuran, hingga kegiatan masyarakat. 

Penggunaan daun pisang sebagai alas makan menciptakan suasana akrab karena orang-orang duduk berdekatan dan menikmati hidangan dalam satu hamparan.

BACA JUGA:Cognitive Dissonance pada Makanan, Saat Keinginan dan Logika Saling Bertabrakan

Lebih dari sekadar cara menikmati makanan, tradisi tersebut mengandung nilai kebersamaan dan gotong royong. 

Interaksi yang terbangun saat makan bersama menjadi bagian dari upaya menjaga hubungan sosial di tengah masyarakat.

Tradisi serupa juga ditemukan di Karangasem, Bali, dengan bentuk berbeda. 

BACA JUGA:Tak Hanya untuk Hiasan, Berikut Beberapa Bunga yang Bisa Diolah Menjadi Makanan Lezat

Masyarakat setempat mengenal megibung, yakni tradisi makan bersama secara berkelompok dalam satu wadah yang berkembang dalam kehidupan masyarakat dan menjadi bagian dari sejumlah kegiatan adat.


Gempur Rokok Illegal--

Keberagaman tersebut menunjukkan bahwa makan bersama di Indonesia bukan sekadar aktivitas untuk mengenyangkan perut. 

Sumber: