Dinkes Pasuruan Waspadai Influenza A, Masyarakat Diminta Perkuat Pencegahan
Ilustrasi pencegahan influenza A dilakukan dengan menerapkan protokol kesehatan, termasuk mengenakan masker saat mengalami gejala gangguan pernapasan.--
PASURUAN, MEMORANDUM.CO.ID – Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Pasuruan meminta masyarakat mewaspadai potensi peningkatan penyakit saluran pernapasan di tengah kondisi cuaca yang dinamis dan ekstrem, seiring perkembangan surveilans Influenza A secara nasional.
Berdasarkan pemantauan Kementerian Kesehatan hingga pekan ke-36 2026, proporsi spesimen positif influenza secara nasional mencapai 46 persen dari 185 spesimen yang diperiksa.
BACA JUGA:312 Siswa SRT 2 Pasuruan Dipulangkan, Sekolah Bantah Terpapar Influenza A
Angka tersebut menjadi indikator bahwa aktivitas influenza perlu mendapat perhatian, terutama saat masyarakat menghadapi perubahan cuaca.

Mini kidi--
Ketua Tim Kerja Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Menular (P2PM) Dinkes Kabupaten Pasuruan, dr. Melina, meminta masyarakat tidak panik, tetapi tetap memperkuat langkah pencegahan.
Imbauan tersebut terutama ditujukan kepada kelompok rentan seperti anak-anak, lanjut usia (lansia), ibu hamil, serta penyandang penyakit penyerta (komorbid).
"Jangan panik. Yang penting tetap jaga kebersihan, terutama etika batuk harus lebih diperhatikan. Kemudian, perilaku hidup bersih dan sehat (PHBS) juga harus ditingkatkan," ujar Melina, Selasa 6 Oktober 2026.
BACA JUGA:Kasus Influenza A pada Anak Meningkat, Pakar UNAIR Ingatkan Risiko Pneumonia
Ia juga menekankan pentingnya kesadaran sosial bagi masyarakat yang sedang sakit. Menurutnya, penggunaan masker harus menjadi perhatian bagi mereka yang mengalami gejala gangguan pernapasan.
"Yang sakit harus lebih sadar diri untuk bisa memakai masker, bukan malah yang sehat yang pakai masker," tegasnya.
Hingga saat ini, kasus Influenza A dilaporkan belum ditemukan di Kabupaten Pasuruan. Kendati demikian, pemerintah daerah tetap memperkuat langkah pencegahan dan mengoptimalkan pemantauan kasus di lapangan.
Penguatan surveilans dan kecepatan pencatatan kasus menjadi penting. Terlebih, data Infeksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA) terbaru belum dapat ditampilkan secara optimal akibat proses migrasi aplikasi.
BACA JUGA:Wagub Emil Dardak Minta Rumah Sakit Jatim Tak Remehkan Pasien Influenza
Sumber:









