Benarkah Brem Bagus untuk Jerawat? Ini Fakta Ilmiah yang Perlu Diketahui
Brem padat merupakan makanan tradisional berbahan dasar beras ketan yang difermentasi. --Sumber: radarmukomuko.disway.id
JAKARTA, MEMORANDUM.DISWAY.ID – Brem kerap dikaitkan dengan berbagai manfaat kesehatan karena dibuat melalui proses fermentasi, tetapi belum ada bukti klinis yang menunjukkan makanan tradisional ini mampu mengatasi jerawat.
BACA JUGA:Jerawat di Rahang hingga Rambut Rontok Bisa Jadi Tanda Hormon Androgen Berlebih pada Wanita
Brem dikenal sebagai makanan tradisional berbahan dasar beras ketan yang difermentasi. Rasanya khas, manis dengan sedikit rasa asam, sehingga menjadi salah satu pangan tradisional yang cukup populer.

Mini kidi--
Proses fermentasi membuat brem kemudian dikaitkan dengan berbagai manfaat kesehatan, termasuk bagi kulit. Namun, anggapan bahwa brem dapat membantu mengurangi jerawat belum didukung bukti ilmiah yang memadai.
Berdasarkan penelitian yang tersedia, kajian mengenai brem lebih banyak membahas proses fermentasi, kandungan gula, serta karakteristik produk. Belum terdapat bukti klinis khusus yang menunjukkan konsumsi brem dapat mengurangi jerawat atau memperbaiki kondisi kulit.
BACA JUGA:Jerawat Punggung Tidak Kunjung Hilang? Ini Penyebab dan Solusinya
Justru, kandungan gula pada brem padat perlu menjadi perhatian. Salah satu penelitian mengenai brem padat berbahan beras ketan mencatat kandungan total gula pada bahan hasil fermentasi mencapai sekitar 65 persen.
Dengan kandungan tersebut, brem lebih tepat dikonsumsi sebagai makanan manis dalam jumlah wajar, bukan dianggap sebagai makanan khusus untuk mengatasi masalah kulit.
Kaitannya dengan Jerawat
Hubungan makanan manis dengan jerawat juga menjadi perhatian dalam penelitian dermatologi.
American Academy of Dermatology (AAD) menyebut sejumlah penelitian menemukan adanya hubungan antara pola makan dengan indeks atau beban glikemik tinggi dan munculnya lebih banyak jerawat.
Ketika kadar gula darah meningkat dengan cepat, perubahan insulin dan faktor pertumbuhan tertentu diduga dapat memengaruhi produksi sebum serta proses peradangan pada kulit.
Namun, hal tersebut tidak berarti mengonsumsi brem secara otomatis akan menyebabkan jerawat.
BACA JUGA:Jerawat di Area T-Zone Bisa Picu Infeksi Otak hingga Risiko Fatal
Sumber:







