pupuk
iklan ulta memorandum

Polda Jatim Bongkar Peran 3 Tersangka Scam Trading Saham-Kripto

Polda Jatim Bongkar Peran 3 Tersangka Scam Trading Saham-Kripto

Polisi menunjukkan barang bukti hasil scam trading saham-kripto.--

SURABAYA, MEMORANDUM.DISWAY.ID – Direktorat Reserse Siber (Ditressiber) Polda Jatim mengungkap peran tiga tersangka dalam jaringan scam trading saham dan kripto internasional yang diduga dikendalikan dari Malaysia dan Vietnam.

Dirressiber Polda Jatim Kombes Pol Bimo Ariyanto mengatakan, ketiga tersangka FR, KPP, dan WH memiliki peran sebagai perantara sekaligus penyedia sarana rekening perusahaan untuk jaringan di luar negeri.

"Tersangka FR berperan sebagai fasilitator pengadaan perusahaan dan rekening bank. Ia bertugas mencari calon direktur perusahaan, mengurus dokumen pendirian maupun perubahan data perusahaan, memfasilitasi pembukaan rekening, hingga mengatur penyerahan perangkat rekening kepada pihak di Malaysia," katanya, Kamis 24 Agustus 2026.

Sedikitnya lima perusahaan dan rekening bank telah dibuat serta diserahkan FR kepada pihak berinisial VST, VES, Bos G, Bos K, dan Bos A, yang merupakan jaringan scam internasional di Malaysia. Sementara KPP berperan sebagai penghubung dan koordinator antara pihak di Malaysia dengan tim di lapangan.

"Ia mengoordinasikan kebutuhan perusahaan dan rekening, pembelian perusahaan, pembayaran, hingga penyerahan perangkat rekening kepada jaringan di Malaysia. Dari hasil penyidikan, KPP telah membantu membuat dan menyerahkan rekening bank dari 17 perusahaan," lanjutnya.

BACA JUGA:Bongkar Scam Trading Saham-Kripto Berkedok Investasi, Polda Jatim Sita Uang Rp81 Miliar


Mini kidi--

Adapun WH memiliki peran serupa, tetapi untuk jaringan di Vietnam. Ia menjadi penghubung dan koordinator antara pihak di Vietnam dengan tim di lapangan, termasuk mengurus pengadaan perusahaan, rekening, pembayaran, serta penyerahan perangkat rekening.

"Sebanyak 12 perusahaan dan rekening bank disebut telah dibuat dan diserahkan WH kepada pihak berinisial ADS," sebutnya.

Berdasarkan hasil penyelidikan dan penyidikan, jaringan Malaysia diketahui beroperasi sejak September 2025 hingga Februari 2026.

Saat itu, KPP dihubungi VST untuk mencari orang yang bersedia menjadi direktur PT perorangan sekaligus membuka rekening perusahaan sesuai permintaan Bos G, Bos K, dan Bos A.

"KPP kemudian melalui FR membeli PT Gala Bumi Nusantara dan PT Solusindo Logam Indonesia. Keduanya kemudian digunakan dalam rangkaian pengadaan rekening perusahaan," ungkapnya.

Selain itu, sejumlah perusahaan baru juga dibuat, di antaranya PT Auricbay Asset Management, PT Garuda Usaha Mandiri, PT Dua Dara Depok, PT Inti Globe Capital, PT Sinar Golden Ventura, PT Panca Megah Investama, PT JPM Chase Capital, dan YWWSDC Asset Management.

BACA JUGA:Dari Cinta Palsu hingga Hadiah Fiktif, Begini Modus Sindikat Love Scamming

Sumber: