pupuk
iklan ulta memorandum

Lumajang Perkuat Pemantauan Dini ISPA dan Pneumonia, Kesiapan Layanan Dijaga

Lumajang Perkuat Pemantauan Dini ISPA dan Pneumonia, Kesiapan Layanan Dijaga

Petugas Dinkes Lumajang memberikan sosialisasi bahaya penyakit pernapasan kepada warga.--

LUMAJANG, MEMORANDUM.DISWAY.ID – Pemkab Lumajang memperkuat kesiapsiagaan menghadapi perkembangan penyakit pernapasan dengan melakukan pemantauan rutin untuk mendeteksi perubahan kondisi kesehatan masyarakat sejak dini, Selasa 22 September 2026.

Melalui Dinas Kesehatan, Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana, pemantauan dilakukan terhadap sejumlah penyakit pernapasan, termasuk Infeksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA) dan pneumonia.

BACA JUGA:Dinkes Lumajang Kunjungi ODGJ Pascabanjir di Desa Sidorejo, Pastikan Kondisi Psikososial Aman

Sementara pemantauan Influenza-Like Illness (ILI) dilakukan setiap minggu melalui Sistem Kewaspadaan Dini dan Respons (SKDR).


Mini kidi--

Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P2P) Dinas Kesehatan, Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana Kabupaten Lumajang, dr Marshall Trihandono mengatakan, surveilans dilakukan secara berkesinambungan sebagai bagian dari mekanisme pengendalian penyakit.

"Surveilans tetap berjalan secara rutin. Kita tidak menunggu sampai terjadi peningkatan kasus, tetapi terus memantau perkembangan sejak dini agar perubahan pola penyakit dapat segera diketahui," ujar Marshall, Selasa 22 September 2026.

Kesiapan tersebut juga berkaitan dengan kemampuan fasilitas pelayanan kesehatan dalam memberikan pelayanan. Ketersediaan obat-obatan, alat pelindung diri (APD), oksigen, serta sarana pendukung lainnya menjadi bagian yang diperhatikan sesuai kondisi masyarakat.

BACA JUGA:Kasus ISPA Surabaya Melonjak 63,5 Persen, DPRD Ingatkan Orang Tua Waspadai DBD

Kesiapan logistik tidak berarti seluruh kebutuhan digunakan dalam setiap kondisi. Namun, pemantauan ketersediaan menjadi bagian dari upaya memastikan fasilitas pelayanan kesehatan memiliki dukungan yang diperlukan ketika pelayanan membutuhkan penanganan lebih lanjut.

Di sisi lain, masyarakat tetap menjadi bagian penting dalam upaya kewaspadaan. Dinas Kesehatan mengimbau warga menerapkan perilaku hidup bersih dan sehat, menjaga kebersihan lingkungan, serta membiasakan etika batuk dan bersin.

BACA JUGA:Kasus ISPA di Lamongan Meledak Tembus 2.500 Pasien, Ini Tiga Kecamatan Terparah

Marshall juga mengingatkan masyarakat untuk tidak mengabaikan keluhan gangguan pernapasan yang menetap atau semakin berat.

"Masyarakat tidak perlu panik, tetapi tetap menjaga kewaspadaan. Biasakan perilaku hidup bersih dan sehat, menjaga kebersihan lingkungan, serta menerapkan etika batuk dan bersin. Jika muncul keluhan yang menetap atau kondisi semakin berat, sebaiknya segera memeriksakan diri ke fasilitas pelayanan kesehatan," katanya.

Sumber: