pupuk
iklan ulta memorandum

Pertamina Goes to Campus , Ajak Mahasiswa ITS Cari Solusi Tantangan Energi

Pertamina Goes to Campus , Ajak Mahasiswa ITS Cari Solusi Tantangan Energi

Rektor ITS Prof. Bambang Pramujati menyambut jajaran petinggi Pertamina di Gedung Pusat Robotika ITS Surabaya.--

SURABAYA, MEMORANDUM.DISWAY.IDPertamina Goes to Campus (PGTC) 2026 di Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) SURABAYA mendorong mahasiswa mencari solusi tantangan energi Indonesia melalui riset, inovasi, dan aksi nyata, Selasa 15 September 2026.

Corporate Secretary PT Pertamina (Persero) Arya Dwi Paramita mengatakan kebutuhan energi Indonesia akan terus meningkat seiring pertumbuhan ekonomi dan pembangunan sehingga sektor energi tidak bisa hanya dipandang sebagai urusan bisnis.

"Energi Indonesia bukan sekadar komoditas, tetapi penggerak kehidupan, aktivitas ekonomi dan tentunya juga untuk mendukung pembangunan di Indonesia," kata Arya saat mewakili Direktur Utama PT Pertamina (Persero) Simon Aloysius Mantiri.

Menurutnya, Pertamina saat ini menjalankan dua strategi secara bersamaan dengan memperkuat bisnis minyak dan gas bumi yang masih menjadi bagian penting dalam pemenuhan kebutuhan energi serta mengembangkan bisnis hijau dan energi baru terbarukan.

Transformasi tersebut membutuhkan inovasi dan kolaborasi yang lebih luas dengan perguruan tinggi.

"Kami memiliki pengalaman dari perspektif industri, sementara kampus memiliki pengetahuan dari sisi riset, gagasan dan perspektif akademik. Pertemuan keduanya inilah yang nantinya insyaallah akan membuat Indonesia menjadi lebih kuat dan membantu menjaga ketahanan energi Indonesia," ujarnya.

BACA JUGA:Pertamina Bidik Talenta Muda, Empat Direksi Alumni ITS Turun Langsung


Mini kidi--

PGTC 2026 merupakan rangkaian nasional yang dimulai dari kick off di Institut Teknologi Bandung (ITB) pada 21 Mei 2026 dan berlanjut ke sejumlah perguruan tinggi dengan melibatkan berbagai anak usaha Pertamina.

Direktur Operasi PT Kilang Pertamina Internasional (KPI) Didik Bahagia menegaskan PGTC bukan sekadar ajang perusahaan memperkenalkan bisnis kepada mahasiswa, tetapi menjadi ruang dialog untuk membicarakan persoalan energi yang semakin kompleks.

"Indonesia menghadapi tantangan yang sangat besar untuk memastikan energi terkelola dengan aman, terjangkau dan berkelanjutan. Tantangan ini tidak bisa diselesaikan sendiri," kata Didik.

Ia menyebut tantangan tersebut membutuhkan kolaborasi pemerintah, industri, perguruan tinggi dan generasi muda.

Didik juga mengingatkan mahasiswa agar tidak melihat diri mereka hanya sebagai calon pekerja Pertamina karena dapat ikut memberikan kontribusi sejak sekarang melalui gagasan dan inovasi yang dikembangkan di lingkungan kampus.

"Solusi terbaik untuk tantangan energi masa depan tidak hanya lahir dari ruang rapat perusahaan, tetapi juga di ruang kelas dan laboratorium seperti di kampus-kampus," tegasnya.

Sumber: