pupuk
iklan ulta memorandum

Peduli Korban Bencana NTT, UMSura Kirim Boneka hingga Pembalut

Peduli Korban Bencana NTT, UMSura Kirim Boneka hingga Pembalut

Apel pemberangkatan bantuan korban gempa NTT yang diikuti seluruh mahasiswa baru UMSura.--

SURABAYA, MEMORANDUM.DISWAY.ID – Universitas Muhammadiyah Surabaya (UMSura) menyalurkan bantuan bagi korban bencana alam di Nusa Tenggara Timur (NTT) dengan memberi perhatian khusus terhadap kebutuhan kelompok rentan, terutama perempuan dan anak-anak, Senin 14 September 2026.

Tak hanya berupa donasi uang dan logistik, bantuan yang dikirim juga mencakup boneka, popok bayi, hingga pembalut. Bantuan tersebut menjadi bentuk empati sivitas akademika UMSura kepada warga yang terdampak bencana.

BACA JUGA:Kepanikan Teror Pocong Meluas, Akademisi UMSura: Hoaks Bermuatan Mistis

Rektor UMSura Prof Dr Mundakir SKep, Ns, MKep, mengatakan, bantuan tersebut merupakan wujud kepedulian seluruh warga kampus, termasuk mahasiswa baru, terhadap masyarakat yang tengah menghadapi musibah.


Mini kidi--

Menurutnya, kebutuhan perempuan dan anak-anak kerap luput dari perhatian saat penyaluran bantuan bencana. Padahal, kebutuhan tersebut tetap harus dipenuhi meski berada dalam situasi darurat.

"Kami memberikan empati dalam bentuk kebutuhan-kebutuhan untuk ibu-ibu dan juga anak-anak yang menjadi korban bencana," ujar Mundakir saat ditemui Memorandum.

Ia menjelaskan, keberadaan boneka dalam paket bantuan bukan sekadar pelengkap. Boneka menjadi simbol kasih sayang dan perhatian kepada anak-anak yang harus menghadapi situasi sulit akibat bencana.

BACA JUGA:Kemdiktisaintek Berencana Tutup Sejumlah Prodi, Pakar UMSura: Jangan Jadikan Pendidikan Kambing Hitam

UMSura ingin anak-anak korban bencana tetap memiliki ruang untuk bermain dan merasakan kebahagiaan meski berada dalam kondisi pengungsian.

"Kenapa ada boneka? Itu adalah wujud kasih sayang dan perhatian kepada anak-anak. Kami ingin, meskipun dalam suasana bencana, anak-anak tetap memiliki nuansa terhibur dan bisa bermain selayaknya anak-anak," ungkapnya.

Selain itu, UMSura juga mengirimkan popok dan pembalut untuk memenuhi kebutuhan perempuan dan ibu-ibu. Mundakir menilai kebutuhan biologis dan reproduksi perempuan tidak berhenti meski mereka sedang berada di lokasi bencana.

Karena itu, kebutuhan tersebut harus mendapat perhatian yang sama seperti makanan, pakaian, maupun kebutuhan dasar lainnya.

"Kebutuhan pembalut ini adalah bentuk perhatian kami kepada kebutuhan ibu-ibu. Proses biologis dan reproduksi perempuan tentu terus berjalan. Kami menilai kebutuhan seperti ini terkadang kurang menjadi perhatian," ujar Mundakir.

Sumber: