Sopir Ekspedisi Keluhkan Keterbatasan Armada Kapal ke Sulawesi
Antrean truk ekspedisi menunggu armada kapal di kawasan Pelabuhan Tanjung Perak, Surabaya.--
SURABAYA, MEMORANDUM.DISWAY.ID – Sopir truk ekspedisi mengeluhkan keterbatasan armada kapal menuju Sulawesi karena jumlah perjalanan dinilai tidak sebanding dengan kendaraan yang hendak menyeberang.
Ratno, salah seorang sopir truk ekspedisi, mengatakan keterbatasan armada paling terasa pada rute menuju Sulawesi. Sementara untuk tujuan Kalimantan, khususnya Balikpapan, menurutnya ketersediaan kapal relatif mencukupi dan dirinya tidak pernah menunggu.
"Kalau untuk Kalimantan sepertinya enggak kurang. Saya enggak pernah nunggu," kata Ratno kepada Memorandum di kawasan Pelabuhan Tanjung Perak saat menunggu kedatangan kapal, Selasa 8 September 2026.
Berbeda dengan rute Sulawesi, Ratno menyebut kapal yang biasa digunakan untuk mengangkut kendaraan dan logistik di antaranya Dharma 5 dan Dharma 7.
Menurutnya, jumlah perjalanan kapal yang terbatas tidak sebanding dengan banyaknya kendaraan yang hendak menyeberang karena saat ini perjalanan kapal disebut hanya sekitar dua kali dari masing-masing arah dalam sehari.
"Yang mau naik banyak. Nah, kapalnya kan cuma dua kali perjalanan," ujarnya.
BACA JUGA: Kapal Tunda Keberangkatan, Pengiriman Truk Ekspedisi ke NTT dari Surabaya Ikut Molor

Mini kidi--
Ratno berharap frekuensi pelayaran dapat ditambah sehingga antrean kendaraan yang hendak menyeberang bisa ditekan. Ia mengusulkan adanya tambahan perjalanan kapal menjadi tiga kali dari masing-masing arah.
"Mungkin kalau tiga kapal, tiga dari sana, tiga dari sini," tuturnya.
Ratno mengaku berkantor di Balikpapan dan selama ini melayani pengiriman menuju Kalimantan maupun Sulawesi. Namun, pengalaman menunggu kapal lebih banyak dirasakan ketika hendak menuju Sulawesi.
Kondisi tersebut, menurutnya, perlu menjadi perhatian karena kelancaran transportasi laut turut menentukan distribusi logistik, khususnya bagi kendaraan ekspedisi yang membawa barang antarpulau.
Keluhan terkait pelayanan dan kepastian jadwal keberangkatan kapal kembali disuarakan sopir truk ekspedisi di kawasan Pelabuhan Tanjung Perak, Surabaya.
BACA JUGA:Bongkar Masalah Ketapang-Gilimanuk, Gapasdap: Kapal Banyak, Dermaga Terbatas

Gempur Rokok Illegal--
Wardoyo, salah seorang sopir truk ekspedisi asal Jawa Tengah, mengaku kerap harus menunggu kepastian pemberangkatan kapal akibat jadwal yang dinilai belum menentu.
Menurutnya, kondisi tersebut berpotensi menimbulkan antrean kendaraan, terutama ketika jumlah armada kapal yang melayani pengiriman tidak sebanding dengan arus kendaraan yang masuk ke pelabuhan.
"Armada kapal diperlukan agar tidak antre. Dan jadwal keberangkatan kapal pasti," keluh Wardoyo.
Ia berharap adanya penambahan armada kapal serta kepastian jadwal keberangkatan agar sopir truk dapat mengatur waktu perjalanan dan proses distribusi barang menjadi lebih lancar. (rio)
Sumber:







