Santri Gresik Diduga Jadi Korban Perundungan Sesama Santri, Punggung Luka Bakar, Keluarga Pilih Damai
Kondisi luka bakar di punggung korban yang diduga akibat aksi kekerasan dari sesama santri di pondok pesantren Kecamatan Dukun, Gresik.--
GRESIK, MEMORANDUM.DISWAY.ID - Seorang santri pondok pesantren di wilayah Kecamatan Dukun, GRESIK, diduga mengalami perundungan dari temannya. Hal itu menjadi ramai disoroti masyarakat usai foto yang menampilkan luka bakar di punggung korban diunggah di media sosial.
Dugaan perundungan hingga penaniayaan itu mencuat setelah diunggah akun @WGrissee di sebuah group Facebook bernama Zona Utara. Disertai dengan foto luka bakar yang dialami korban, dan penjelasan terkait penyebabnya.
BACA JUGA:Kunjungi SRT Ngawi 1, Gus Ipul: Jangan Ada Perundungan dan Kekerasan terhadap Siswa
Korban yang diketahui berinisial D (15) itu pun diduga disetrika oleh teman sesama santri di area punggung. Keluarga korban pun disebut telah mendatangi pondok putranya untuk meminta penjelasan, pada Jumat pekan lalu.

Mini kidi--
Namun, korban diketahui masih kesulitan untuk menceritakan dugaan kekerasan yang dialaminya. Selain itu, pihak pondok pesantren juga disebut tidak memberikan penjelasan yang memuaskan keluarga, dan terkesan saling menyalahkan.
BACA JUGA:PKKMB UIJ 2026 Sambut 800 Mahasiswa Baru dengan Kampus Aman dan Bebas Perundungan
Kapolsek Dukun AKP Suhari, mengatakan korban diduga dianiaya oleh juniornya atau santri yang masih duduk di kelas 2 SMP. Ia menjelaskan, bahwa korban merupakan anak berkebutuhan khusus di pesantren tersebut.
"Kabar penganiayaan dilakukan oleh seniornya itu tidak benar. Yang aniaya itu juniornya, anak SMP kelas dua, jadi masih anak-anak," kata AKP Suhari, Senin 28 September 2026.
Polsek Dukun pun disebut telah melakukan kunjungan ke rumah korban untuk mengetahui kebenaran kasus dugaan perundungan dan penganiayaan yang ramai di media sosial tersebut.

Gempur Rokok Illegal--
Pihaknya pun mengaku siap memfasilitasi laporan dari pihak keluarga korban. Namun, pihak keluarga mengkonfirmasi bahwa masalah itu telah diselesaikan secara kekeluargaan bersama pihak pesantren.
"Saya sudah melapor ke pimpinan, kita siap memfasilitasi untuk melapor, ternyata (keluarga korban) tidak mau," jelasnya.
Sementara itu, korban diketahui mengalami trauma akibat kekerasan yang dialaminya. Saat keluarga mendatangi pondok pesantren untuk meminta penjelasan, korban disebut terus menangis.
Sumber:








