BRICS dan OECD Buka Peluang Pasar dan Investasi bagi Jawa Timur
Kegiatan Jaring Masukan Teknis OECD dan BRICS bersama pelaku usaha dan industri yang digelar di Graha Kadin Jawa Timur.--
SURABAYA, MEMORANDUM.DISWAY.ID – Keterlibatan Indonesia dalam BRICS dan proses aksesi menuju OECD membuka peluang strategis bagi Jawa Timur untuk memperkuat pasar, investasi, teknologi, dan rantai pasok melalui kesiapan dunia usaha, Jumat 28 Agustus 2026.
Hal tersebut mengemuka dalam kegiatan Jaring Masukan Teknis Bersama Para Pelaku Usaha dan Industri bertema "Memahami Kepentingan Strategis Indonesia di OECD dan BRICS" yang digelar Kementerian Luar Negeri bersama Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian di Graha Kadin Jawa Timur, Surabaya, Kamis 27 Agustus 2026.
BACA JUGA:Menko Muhaimin Yakin Pesantren Miliki Ekosistem Pemberdayaan Ekonomi yang Kuat
Kepala Pusat Strategi Kebijakan Multilateral, Badan Strategi Kebijakan Luar Negeri, Kementerian Luar Negeri, Masni Eriza mengatakan forum tersebut menjadi ruang bagi pemerintah untuk mendengar langsung perspektif dunia usaha mengenai proses aksesi OECD dan keterlibatan Indonesia dalam BRICS.

Mini kidi--
"Kehadiran kami di Surabaya adalah untuk berdialog dan mendengar secara langsung aspirasi serta perspektif kalangan pelaku usaha dan dunia kerja, terutama dalam hal-hal yang bersinggungan dengan OECD dan G20," ujarnya.
Menurut Masni, masukan dunia usaha penting karena kebijakan ekonomi internasional akan bersentuhan langsung dengan investasi, perdagangan, dan industri.
Sektor yang hadir juga menunjukkan luasnya kepentingan Jawa Timur terhadap perubahan tersebut, mulai eksportir kelapa, pengolahan hasil laut, peternakan, perkayuan, retail, makanan dan minuman hingga logistik dan pelayaran.
BACA JUGA:Kadin Jatim Dorong Regulasi Lebih Efisien, Pelaku Usaha Keluhkan Implementasi KBLI 2025
Ia menjelaskan kompleksitas ekonomi global membuat Indonesia perlu memperkuat ketahanan melalui kerja sama yang luas dan adaptif. Indonesia, kata dia, selama ini menempatkan diri sebagai bridge builder yang dapat mempertemukan berbagai kekuatan ekonomi dunia.
"Semakin beragam pilihan yang kita miliki, semakin besar pula ruang gerak kita untuk menjalankan politik luar negeri yang bebas dan aktif," ujarnya.
OECD dan Peluang bagi Jatim
Masni menjelaskan OECD merupakan forum kebijakan dan knowledge hub yang membantu negara menyusun kebijakan, mengembangkan standar, dan berbagi best practices.
Saat ini OECD memiliki 38 negara anggota dan delapan negara dalam proses aksesi, termasuk Indonesia bersama Thailand.
Sumber:








