Dari Lahan Sempit Warga Kranggan Perkuat Ketahanan Pangan
Plt Camat Kranggan Setiyo Budi Utomo--
MOJOKERTO, MEMORANDUM.DISWAY.ID - Keterbatasan lahan di kawasan perkotaan tak menghalangi warga Lingkungan Kedungkwali, Kelurahan Miji, Kecamatan Kranggan, untuk memperkuat ketahanan pangan. Dengan memanfaatkan lahan yang tersedia, warga mengembangkan budidaya ikan lele yang berpotensi memenuhi kebutuhan pangan sekaligus menambah pendapatan keluarga.
Inisiatif tersebut mendapat dukungan dari Kecamatan Kranggan. Plt Camat Kranggan Setiyo Budi Utomo mengatakan, budidaya lele di Kedungkwali menjadi contoh bahwa ketahanan pangan dapat dibangun dari lingkungan terkecil.
BACA JUGA:Dukung Program Ketahanan Pangan, Polsek Jatiroto Pantau Pertumbuhan Jagung
“Ketahanan pangan tidak harus dimulai dari lahan yang luas. Dengan memanfaatkan lahan yang ada, masyarakat bisa menghasilkan pangan sendiri,” ujarnya.

Mini kidi--
Menurut Setiyo, pemerintah kecamatan akan mendorong pengembangan budidaya pangan berbasis masyarakat. Ia berharap kegiatan serupa dapat diterapkan di lingkungan lain dan dikelola secara berkelanjutan.
Budidaya lele di Kedungkwali menjadi bagian dari upaya mendukung Program Strategis Nasional (PSN) bidang ketahanan pangan di Kota Mojokerto. Program tersebut diarahkan untuk meningkatkan kemandirian masyarakat dalam memenuhi kebutuhan pangan melalui pemanfaatan potensi lokal.
BACA JUGA:Bhabinkamtibmas Kalisemut Dampingi Petani Dukung Ketahanan Pangan di Lumajang
Selain budidaya ikan, Pemkot Mojokerto menjalankan program cabaiisasi di 18 kelurahan yang tersebar di tiga kecamatan. Program ini menjadi salah satu strategi untuk memperkuat ketersediaan pangan di tengah keterbatasan lahan perkotaan.
Pengembangan budidaya pangan berbasis masyarakat juga sejalan dengan meningkatnya inovasi daerah di Kota Mojokerto. Berdasarkan data Pemerintah Kota Mojokerto, jumlah inovasi daerah meningkat dari 27 inovasi pada 2021 menjadi 259 inovasi pada 2026.
Dari jumlah tersebut, sebanyak 158 inovasi tercatat mencapai nilai kematangan 111. Sementara 101 inovasi lainnya masih memerlukan penguatan agar dapat memberikan dampak yang lebih optimal bagi masyarakat.

Gempur Rokok Illegal--
Pemkot Mojokerto memastikan program cabaiisasi berlanjut hingga 2029. Program tersebut ditujukan untuk menjaga ketersediaan pangan, mengurangi pengeluaran rumah tangga, dan membantu pengendalian inflasi.
Wali Kota Mojokerto Ika Puspitasari mengatakan, penanaman cabai dapat dilakukan di berbagai ruang yang tersedia, seperti pekarangan, teras, pot, maupun wadah bekas. Syaratnya, tanaman memperoleh paparan sinar matahari yang cukup.
Sumber:








