iklan HUT R!

Menu MBG Lopang 2 Lamongan Diduga Ada Ulat, Ini Penjelasan Pihak SPPG

Menu MBG Lopang 2 Lamongan Diduga Ada Ulat, Ini Penjelasan Pihak SPPG

Penjelasan KSPPI SPPG Lopang 2, Kecamatan Kembangbahu, Lamongan.--

 

LAMONGAN, MEMORANDUM.DISWAY.ID – SPPG Lopang 2, Kecamatan Kembangbahu, Lamongan, memberikan penjelasan terkait dugaan temuan benda mirip ulat pada menu Makan Bergizi Gratis (MBG) yang dilaporkan pada 4 Agustus 2026 dan kembali muncul pada 5 Agustus 2026.

Kepala SPPI SPPG Lopang 2 Khoirul Anam menyebut temuan awal berasal dari laporan orang tua penerima manfaat pada menu pentol di RA Kembangbahu, MI, MTs, dan MA Al Munawwaroh YPP Al Munawwaroh.

“Kami tahu dari medsos dan laporan sekolah. Ditemukan pada satu ompreng. Di ompreng MBG lain tidak ada,” ujarnya.

Menurut Khoirul Anam, setelah tim melakukan pengecekan di lokasi, benda yang dilaporkan sebagai ulat sudah tidak ditemukan.

Pada 5 Agustus 2026, kembali muncul foto dugaan ulat pada menu tumis kacang dan temuan tersebut juga dilaporkan berada pada satu ompreng. Bahan pentol yang digunakan dalam menu MBG disebut merupakan produk setengah jadi dari supplier.

BACA JUGA:Polwan Lamongan Edukasi Pelajar SMAN 2 tentang Bahaya Bullying dan Narkoba


Mini kidi--

Pasca kejadian tersebut, SPPG memutus supplier terkait dan memperketat pengawasan sesuai standar operasional prosedur Badan Gizi Nasional (BGN). “Kami evaluasi, tingkatkan pengawasan sesuai SOP BGN,” tegas Anam.

Dinas Kesehatan Lamongan disebut telah dua kali berkunjung ke dapur SPPG dan pengaduan kini dilakukan melalui aplikasi.

Sementara itu, supplier UMKM Sonya membantah mengirim pentol lama dan menyebut produk dibuat langsung sebelum dikirim.

“Kami buat langsung, packing hangat, langsung kirim. Heran kok cuma satu pentol. Ada dugaan sabotase,” ucapnya.

BACA JUGA:Pengembangan Dugaan Korupsi Gedung Pemkab Lamongan, KPK Periksa Pegawai Pakuwon Jati


Gempur Rokok Illegal--

Perwakilan pemilik dapur Sanusi memastikan pengawasan akan diperketat mulai dari bahan baku hingga distribusi. “Baik bahan maupun hasil menu akan diperiksa menyeluruh sebelum disajikan ke siswa,” kata Sanusi.

Pihak SPPG menegaskan keamanan pangan MBG untuk anak tidak bisa ditawar dan meski temuan disebut parsial, evaluasi menyeluruh tetap dilakukan. (pul)

 

 
 
 

Sumber: