32 Dump Truk Angkut Residu Sampah Ilegal di Keputih ke TPA Benowo
Penertiban aktivitas pemilahan dan pengolahan sampah yang tidak memiliki izin di Keputih, Surabaya.--
SURABAYA, MEMORANDUM.DISWAY.ID – Pemerintah Kota (Pemkot) SURABAYA mengerahkan sedikitnya 32 dump truk untuk mengangkut residu sampah yang tidak memiliki nilai ekonomi dari lokasi pemilahan sampah ilegal di Kelurahan Keputih ke TPA Benowo, Kamis 20 Agustus 2026.
Penertiban dilakukan setelah Pemkot Surabaya menemukan aktivitas pemilahan sampah di lahan seluas sekitar 1,4 hektare yang tidak mengantongi izin. Selain menimbulkan bau, lokasi tersebut dikeluhkan warga karena terdapat pembakaran sampah dan tumpukan residu yang berpotensi menghasilkan air lindi.

Mini kidi--
Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi mengatakan, pengelolaan sampah tidak bisa dilakukan sembarangan meskipun aktivitas tersebut berada di lahan pribadi. Pengelola tetap wajib memenuhi berbagai persyaratan, mulai dari instalasi pengolahan air limbah (IPAL), armada pengangkutan, hingga sistem pemilahan yang sesuai ketentuan.
“Jangan sampai air lindi itu akhirnya merusak tanah. Ketika ada tempat pemilahan sampah seperti ini, harus memiliki armada pembuangannya. Kalau sudah ada IPAL, tempat pemilahan sampahnya juga harus sesuai standar,” kata Eri seusai melakukan inspeksi mendadak, Kamis 20 Agustus 2026.
BACA JUGA:Diduga Tak Berizin, Tempat Pemilahan Sampah di Keputih Dihentikan Pemkot Surabaya
Menurut Eri, pengelolaan sampah secara terbuka atau open dumping tidak dapat dibenarkan. Pemkot pun akan menindak aktivitas pengelolaan sampah yang tidak memenuhi ketentuan dan berpotensi mencemari lingkungan.
“Boleh melakukan kegiatan pemilahan dan pengolahan sampah, tetapi harus memenuhi persyaratan yang sudah ditentukan,” tegasnya.
Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Surabaya M. Fikser mengatakan, lokasi tersebut digunakan sekitar 22 hingga 24 kelompok untuk memilah sampah. Sebagian besar pekerja yang beraktivitas di sana disebut bukan warga Surabaya.
Sampah yang memiliki nilai ekonomi dipilah untuk dimanfaatkan atau dijual kembali. Sementara residu yang tidak memiliki nilai ekonomi justru menumpuk di lokasi.
BACA JUGA: Wali Kota Eri Cahyadi Dorong Kepedulian Antarwarga dalam Memaknai Kemerdekaan
Pemkot kemudian melakukan pengangkutan residu tersebut ke TPA Benowo. Proses pengangkutan telah dilakukan sejak Senin dan hingga Kamis tercatat sekitar 32 dump truck keluar dari lokasi.
“Mulai hari Senin kita sudah melaksanakan pengangkutan. Sampai hari ini sekitar 32 dump truck yang keluar untuk mengangkut sampah yang ada di lokasi tersebut,” ujar Fikser.
Material yang masih memiliki nilai ekonomi tidak langsung dibuang. Pemkot membantu memindahkannya ke gudang atau lokasi pengelolaan milik para pekerja.
Sumber:






