Bos Restoran Korea Son Ga Surabaya Menghilang Usai Dilaporkan Kasus Pelecehan Seksual
SSY (64), pemilik restoran Korea yang dilaporkan ke Polrestabes Surabaya--
SURABAYA, MEMORANDUM.DISWAY.ID - SSY (64), Owner restoran Korea Son Ga di Jalan Mayjend HR. Muhammad, Sukomanunggal dikabarkan menghilang dan tidak pernah berkunjung di restorannya tersebut.
Hal itu diungkap oleh Muhammad Adi Prastio (26), sopir pribadi SSY. Menurut pemuda yang dipanggil Adi ini, SSY tak terlihat semenjak dilaporkan terkait kasus kekerasan seksual dan pelecehan.
"Saya baru dua bulanan. Sebelumnya ada sopir pribadinya, dia resign karena maunya sendiri. Kemarin ada masalah kan, sekarang gak tau posisinya di mana. Nunggu masalah selesai mungkin kembali ke sini. Sejak awal Agustus sudah gak pernah kelihatan," katanya, Rabu, 19 Agustus 2026.
BACA JUGA:Imigrasi Kelas I Khusus TPI Surabaya Terbitkan SOI Bos Restoran Korea Pelaku Kekerasan Seksual

Mini kidi--
Adi sendiri telah mendengar kasus yang menjerat bosnya. Sesuai sudut pandangnya, SSY disebutnya tidak bisa disalahkan sepenuhnya.
"Beliau gak salah. Di sini beliau gak ada teman yang bantu, jadi belum tau posisinya di mana. Kalau kejadian itu bener ada. Cuma disini Pak Son gak 100 persen salah," lanjutnya.
BACA JUGA:Pengakuan Sekretaris Restoran Korea di Surabaya: Diperkosa Berkali-kali hingga Ingin Bunuh Diri
Namun pernyataan itu bertolak belakang ketika disinggung soal kasus kekerasan seksual dan pelecehan yang dilakukan SSY kepada sejumlah korban yang notabene adalah karyawan restoran dan ART.
"Kalau dugaan kekerasan, pelecehan seksual gak pernah ada di resto maupun di rumah pribadinya. Saya selaku driver pribadi, itu gak ada yang namanya pelecehan, pencabulan itu gak ada. Sama sekali gak ada," tegasnya membantah.
BACA JUGA:Bos Restoran Korea Terjerat Kasus Kekerasan Seksual, Korban Lebih 2 Orang
Sementara terkait dua laporan yang dibuat korban berinisial MAD (28) dan asisten rumah tangga (ART) berinisial SUF (24), Adi menduga laporan itu dibuat dengan maksud dan tujuan tertentu.
"Kalau korbannya laporan ke Polrestabes, itu dugaan kemungkinan gajinya kurang cukup di sini, mungkin. Soalnya aku gak tau kejadiannya juga. Terus ada masalah pribadi lainnya kan gak tau," lanjutnya.
BACA JUGA:Gandeng Cina dan Korea, Surabaya Terapkan Teknologi Baru Deteksi TBC Menggunakan Air Liur
Sumber:






