iklan HUT R!

Ikuti Langkah Prabowo, Aufa Zhafiri DPRD Jatim: BUMD Jangan Bebani Negara

Ikuti Langkah Prabowo, Aufa Zhafiri DPRD Jatim: BUMD Jangan Bebani Negara

Anggota DPRD Jatim Aufa Zhafiri--

SURABAYA, MEMORANDUM.DISWAY.ID - Anggota Komisi C DPRD Jawa Timur dari Fraksi Gerindra Aufa Zhafiri, mengikuti langkah dan semangat Presiden RI Prabowo Subianto dalam pidato HUT ke-81 Kemerdekaan RI di sidang Paripurna istimewa.

Salah satunya menyinggung pembenahan Badan Usaha Milik Negara (BUMN) didorong untuk diterapkan di tingkat daerah. 

Menurut Aufa Zhafiri bahwa Pemprov Jawa Timur diminta berani melakukan transformasi terhadap Badan Usaha Milik Daerah (BUMD), termasuk menutup perusahaan daerah yang dinilai tidak produktif.

BACA JUGA:Pimpin Paripurna Istimewa HUT ke-81 RI, Ketua DPRD Jatim M. Musyafak Rouf Ingatkan Amanat Keadilan Sosial

“Pesan Presiden Prabowo dalam Sidang Tahunan MPR dan Sidang Bersama DPR-DPD RI 2026 harus menjadi momentum bagi pemerintah daerah untuk melakukan evaluasi menyeluruh terhadap BUMD di Jatim,” sebut Aufa.


Mini kidi--

Aufa menilai BUMD pada prinsipnya merupakan instrumen pemerintah daerah untuk memberikan manfaat sebesar-besarnya kepada masyarakat, sekaligus memperkuat perekonomian dan meningkatkan Pendapatan Asli Daerah (PAD).

Karena itu, kata Aufa, BUMD tidak boleh hanya menjadi tempat penumpukan jabatan maupun membebani keuangan daerah.

BACA JUGA:DPRD Jatim Soroti Rekrutmen ASN Lamban, SMA-SMK Negeri Kabupaten Malang Kekurangan 200 Guru

“Amanat pidato Presiden Prabowo hendaknya diikuti Pemprov Jatim. Kita menuju transformasi BUMD. Kalau ada BUMD yang tidak produktif, tidak memberikan nilai tambah dan terus membebani daerah, harus berani ditutup,” tegas Aufa yang menghadiri rapat Paripurna Istimewa DPRD Jatim mendengarkan pidato kenegaraan Presiden Prabowo.

Ia mengatakan, pembenahan BUMD bukan berarti semata-mata mengejar keuntungan. Namun, setiap perusahaan daerah harus memiliki tujuan yang jelas, tata kelola yang sehat, profesionalisme, serta kontribusi nyata bagi masyarakat dan daerah.

Menurut Aufa, BUMD yang sehat seharusnya mampu menciptakan nilai tambah, membuka lapangan pekerjaan, memberikan pelayanan publik yang baik, serta berkontribusi terhadap peningkatan PAD.

BACA JUGA:Sekretariat DPRD Jatim Meriahkan Lomba Agustusan dengan Penuh Keceriaan

Sebaliknya, BUMD yang terus mengalami kerugian tanpa prospek perbaikan perlu dievaluasi secara serius.

Sumber:

Berita Terkait