1.000 Hektare Lahan Jatim Terancam Kekeringan, Pompa dan Sumur Bor Disiapkan
Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman bersama dengan Pemprov Jatim mengantisipasi sebelum kekeringan meluas dan menyebabkan tanaman petani mengalami puso.--
SURABAYA, MEMORANDUM.DISWAY.ID - Pemerintah bergerak cepat mengantisipasi ancaman kekeringan yang mulai mengintai lahan pertanian di Jawa Timur. Kementerian Pertanian bersama Pemprov Jatim memetakan sekitar 1.000 hektare lahan yang berpotensi terdampak kekeringan.
Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman mengatakan, langkah antisipasi dilakukan sebelum kekeringan meluas dan menyebabkan tanaman petani mengalami puso.
BACA JUGA:Cegah Dampak Kekeringan Meluas, Mentan Amran Bantu Pengairan Sawah di Gresik
"Sekarang ada kekeringan dan beliau (Wagub Jatim) betul-betul cepat melakukan langkah preventif dan pencegahan," kata Amran usai menghadiri rapat koordinasi terkait kekeringan di Jatim dengan dinas di kantor Bappeda Provinsi Jawa Timur, Rabu, 12 Agustus 2026.

Mini kidi--
Dari pemetaan awal, lebih dari 200 hektare lahan telah teridentifikasi terdampak. Untuk sawah yang masih memiliki sumber air di sekitar lahan, pemerintah akan langsung mengerahkan pompa.
Sementara untuk lahan yang tidak memiliki sumber air, pemerintah menyiapkan pembangunan sumur dalam maupun sumur dangkal. Program tersebut akan dilakukan bersama Kementerian Pekerjaan Umum.
BACA JUGA:BPBD Tulungagung Salurkan 17 Tandon Air ke Sembilan Desa Rawan Kekeringan
Amran menegaskan, pemerintah memilih bergerak lebih awal karena luas lahan yang terancam masih bisa diselamatkan.
"Dari lebih dari 1 juta hektare lahan, sekitar 1.000 hektare ini sudah kami petakan. Kami bergerak lebih dahulu untuk melakukan pencegahan," ujarnya.
Jika nantinya terdapat lahan yang benar-benar mengalami puso, pemerintah juga menyiapkan skema bantuan agar petani tidak menanggung kerugian sendirian.

Gempur Rokok Illegal--
Amran berharap luas lahan puso dapat ditekan maksimal sekitar 50 hektare. Untuk lahan yang gagal panen akibat kekeringan, pemerintah akan mengganti benih sekaligus memberikan bantuan traktor.
"Intinya jangan sampai petani terbebani," tukasnya.(Ain)
Sumber:








