iklan HUT R!

Bupati Warsubi Desak RALB KPRI Sejahtera, Bentuk Tim Selamatkan Aset Koperasi

Bupati Warsubi Desak RALB KPRI Sejahtera, Bentuk Tim Selamatkan Aset Koperasi

Bupati Jombang Warsubi --

JOMBANG, MEMORANDUM.DISWAY.ID - Polemik Koperasi Pegawai Republik Indonesia (KPRI) Sejahtera JOMBANG memasuki babak baru. Bupati JOMBANG Warsubi mendorong segera digelar Rapat Anggota Luar Biasa (RALB) sebagai langkah konkret untuk membongkar kondisi koperasi sekaligus menyelamatkan seluruh aset yang dimiliki.

Menurut Warsubi, RALB menjadi forum penting karena keputusan tertinggi dalam koperasi berada di tangan anggota. Melalui forum tersebut, anggota diharapkan dapat membentuk tim khusus yang bertugas mendata, mengamankan, serta menilai seluruh aset KPRI Sejahtera.

Dorongan tersebut disampaikan setelah Pemkab Jombang membebastugaskan Hartono dari jabatannya. Untuk memastikan roda pemerintahan tetap berjalan, pemkab kemudian menunjuk pelaksana harian (Plh) di instansi yang sebelumnya dipimpin Hartono.

BACA JUGA:KPRI Sejahtera Jombang Dibidik APH, DPRD Desak Audit Total dan Bongkar Seluruh Aset

"Ya, saat ini Bapak Hartono sudah dibebastugaskan. Setelah itu kita mengangkat Plh sekretarisnya yang ada di Bapperida," ujar Warsubi, Senin 10 Agustus 2026.


Mini kidi--

Bupati menilai pembentukan tim penyelamatan aset tidak bisa ditunda. Tim tersebut nantinya dapat beranggotakan sembilan atau sebelas orang, dengan jumlah ganjil agar proses pengambilan keputusan berjalan efektif.

"Selanjutnya semua anggota itu mendorong untuk diadakan rapat anggota luar biasa untuk membentuk tim, sembilan atau sebelas orang yang ganjil. Yang penting membentuk tim untuk menyelamatkan semua aset KPRI Sejahtera," tegasnya.

BACA JUGA:Kasus KPRI Sejahtera Naik Level, Kejari Jombang Panggil Dinkop dan Minta Sejumlah Dokumen

Warsubi menekankan, langkah pertama yang harus dilakukan tim adalah melakukan pendataan menyeluruh terhadap seluruh aset KPRI Sejahtera. Setelah itu, aset perlu menjalani appraisal untuk mengetahui nilai sebenarnya.

Menurut dia, tanpa pendataan dan penilaian yang jelas, kondisi keuangan serta kekayaan koperasi sulit diketahui secara pasti.

"Apapun aset yang harus diselamatkan, semua didata dulu, di-appraisal, berapa jumlah asetnya. Baru kita tahu," katanya.

BACA JUGA:KPRI Sejahtera Jombang Kian Disorot: Belum Kantongi AHU, Legalitas hingga Dugaan Pajak Ikut Dipertanyakan

Hingga kini, Warsubi mengakui belum mengetahui secara pasti berapa total nilai aset yang dimiliki KPRI Sejahtera. Karena itu, RALB dinilai menjadi pintu masuk untuk membentuk tim yang secara khusus bekerja mengungkap kondisi aset koperasi.

Sumber:

Berita Terkait