iklan HUT R!

Danjen Akademi TNI Tinjau Program Taruna Bakti di Sekolah Rakyat Kota Pasuruan

Danjen Akademi TNI Tinjau Program Taruna Bakti di Sekolah Rakyat Kota Pasuruan

Danjen Akademi TNI Letjen TNI R Sidharta Wisnu Graha meninjau Program Taruna Bakti di Sekolah Rakyat Kota Pasuruan.--

PASURUAN, MEMORANDUM.DISWAY.ID – Komandan Jenderal (Danjen) Akademi TNI Letjen TNI R Sidharta Wisnu Graha meninjau pelaksanaan program Taruna Bakti di Sekolah Rakyat Terintegrasi 2 Kota Pasuruan sebagai bagian pengawasan dan evaluasi pembentukan karakter siswa, Rabu 5 Agustus 2026.

Program Taruna Bakti difokuskan untuk menanamkan kedisiplinan, kerapian, serta pembentukan karakter bagi siswa yang tinggal di asrama.

Menurut Letjen TNI R Sidharta Wisnu Graha, kunjungan tersebut merupakan tindak lanjut atas mandat Presiden dan Panglima TNI untuk mengawasi pelaksanaan Program Taruna Bakti di berbagai daerah.

"Kami diperintahkan Presiden untuk memberikan pelajaran dan menularkan kehidupan berasrama yang baik, mulai dari disiplin, kerapian, hingga bagaimana menjalani aktivitas di asrama dengan benar," ujar Wisnu.

BACA JUGA:Wakapolres Kediri Kota Sambut Taruna Bhakti Akademi TNI dan Akpol, Perkuat Sinergi Pengabdian untuk Masyarakat


Mini kidi--

Ia menambahkan, pembiasaan hidup disiplin melalui cara berpakaian, menata tempat tinggal, dan menjaga kerapian menjadi fondasi penting dalam membentuk karakter siswa.

"Dengan berpakaian yang baik, tempat tinggal yang rapi, dan lemari yang tertata, mereka akan terbiasa hidup disiplin. Hal itu akan tertanam dalam diri mereka bahwa untuk meraih cita-cita dibutuhkan disiplin dan konsistensi," tambahnya.

Selain itu, Program Taruna Bakti juga bertujuan menumbuhkan jiwa kepemimpinan dan kepedulian sosial di kalangan siswa.

"Saya menekankan tentang pejuang. Pejuang itu selalu berpikir untuk orang banyak, untuk lingkungan, satuannya, dan masyarakatnya agar menjadi lebih baik. Nilai kepedulian itu yang harus ditanamkan kepada anak-anak," tegasnya.

Menurutnya, Program Taruna Bakti di Sekolah Rakyat tidak melibatkan latihan fisik seperti pendidikan militer profesional.

"Tidak ada latihan fisik. Yang ada adalah latihan mental, pembentukan karakter, dan contoh kedisiplinan," jelasnya.

BACA JUGA:Taruna Akpol Latja di Kediri Kota Ikuti Latihan Menembak dan Pembinaan Profesionalisme


Gempur Rokok Illegal--

Ia juga menyampaikan, hasil peninjauan di sejumlah wilayah di Jawa Timur menunjukkan banyak siswa Sekolah Rakyat telah meraih prestasi akademik, mulai dari penguasaan bahasa asing hingga Olimpiade Matematika.

"Anak-anak ini ada yang juara bahasa Inggris, ada yang menguasai dua sampai tiga bahasa, bahkan di Mojokerto ada enam siswa yang menjadi juara Olimpiade Matematika. Ini membuktikan program Presiden Bapak Prabowo melalui Sekolah Rakyat berjalan sangat baik," ungkapnya.

Di akhir kunjungan, Letjen TNI R. Sidharta Wisnu Graha menegaskan Sekolah Rakyat diperuntukkan bagi anak-anak dari keluarga prasejahtera.

"Kriterianya hanya satu, yaitu anak dari keluarga yang kesulitan secara ekonomi. Kalau bukan anak orang susah, tidak bisa diterima di sini," pungkasnya. (kd/mh)

 
 
 

Sumber:

Berita Terkait