Gubernur Khofifah Kunjungi SRT 1 Gresik, Minta Kepala Sekolah Pastikan Tak Ada Perundungan

Gubernur Khofifah Kunjungi SRT 1 Gresik, Minta Kepala Sekolah Pastikan Tak Ada Perundungan

Gubernur Jawa Timur, Khofifah Indar Parawansa meninjau SRT 1 Gresik di Desa Raci Tengah, Kecamatan Sidayu. --

GRESIK, MEMORANDUM.DISWAY.ID - Sehari setelah diresmikan, gedung permanen Sekolah Rakyat Terintegrasi 1 Gresik langsung dikunjungi oleh Gubernur Jawa Timur, Khofifah Indar Parawansa, Sabtu 1 Agustus 2026. Kedatangannya itu pun disambut oleh ratusan siswa yang membawa bendera merah putih. 

Suasana meriah itu semakin terasa saat para siswa menyanyikan lagu-lagu perjuangan di tengah lapangan sekolah yang belum lama berdiri di Desa Raci Tengah, Kecamatan Sidayu tersebut. 

Memang, para siswa itu tampak semangat lantaran baru sehari memasuki Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS), sejak Jumat 31 Juli 2026. 

BACA JUGA:Pemkab Lamongan Raih Penghargaan Pengelolaan Mangrove Terbaik se-Jatim dari Gubernur Khofifah

Sekolah berbasis asrama itu berisi sebanyak 405 siswa yang terdiri dari 90 siswa SD, 90 siswa SMP, serta 225 siswa SMA. Para peserta didik berasal dari 161 desa yang tersebar di 18 kecamatan se-Kabupaten Gresik, ditambah 60 siswa titipan dari Kabupaten Lamongan.

Khofifah juga meninjau sejumlah fasilitas pendukung sekolah. Di antaranya kantin, masjid, dan aula sekolah. Sekaligus menyapa para siswa serta memberikan bantuan kepada wali asrama dan para pekerja pendukung. 

Ia menyampaikan, bahwa penyelenggaraan Sekolah Rakyat terintegrasi membutuhkan persiapan yang matang. Terutama dalam penyesuaian kurikulum karena mencakup beberapa jenjang pendidikan dalam satu lingkungan. 

BACA JUGA:Hari Mangrove Sedunia 2026, Khofifah Ajak Warga Jatim Jadikan Pesisir Benteng Iklim Masa Depan

Dirinya juga menekankan pentingnya pendampingan terhadap para peserta didik baru yang masih beradaptasi. Khususnya bagi para siswa kelas 1 SD yang harus hidup berasrama dan jauh dari orang tua. 

“Ada anak yang sudah langsung merasa nyaman berada di asrama, tapi ada juga anak yang homesick. Nah, yang homesick ini perlu ada pendampingan khusus supaya mereka tidak berontak minta pulang,” ujarnya. 

Menurutnya, kunjungan orang tua murid harus menjadi penguat agar anak semakin merasa nyaman hidup berasrama. SRT 1 Gresik juga diminta menghadirkan psikolog untuk berdialog dengan anak-anak SD. 


Gempur Rokok Illegal--

“Minimal sebulan sekali menghadirkan psikolog, untuk mengetahui kondisi dan perasaan siswa yang tentu apa yang mereka rasakan berbeda dengan anak SMP maupun SMA,” tuturnya. 

Di sisi lain, dirinya juga berpesan kepada pihak sekolah dan pengelola  agar memberikan perhatian terhadap perlindungan anak. Khususnya terkait pencegahan perundungan yang kerap terjadi di lingkungan sekolah.

Sumber:

Berita Terkait