iklan bhayangkara2

Nestlé Indonesia Implementasikan Closed-Barn dan Serahkan 90 Sapi Perah kepada Tiga Koperasi di Jatim

Nestlé Indonesia Implementasikan Closed-Barn dan Serahkan 90 Sapi Perah kepada Tiga Koperasi di Jatim

Wakil Menteri Koordinator Bidang Pangan RI Dr. Hanif Faisol Nurofiq bersama Prof. Dr. Sukadiono, Asisten III Gubernur Jawa Timur, Bupati Pasuruan, dan Technical Director Nestlé Indonesia Antonio Prochilo meninjau implementasi sistem closed-barn di KUD Dad--

PASURUAN, MEMORANDUM.DISWAY.ID – Nestlé Indonesia mengimplementasikan sistem closed-barn (kandang semi tertutup) di KUD Dadi Jaya, Purwodadi, Kabupaten Pasuruan, sekaligus menyerahkan 90 ekor sapi perah impor asal Australia kepada tiga koperasi di Jawa Timur untuk meningkatkan produktivitas dan kualitas susu segar nasional, Selasa 21 Juli 2026.

Sebanyak 90 ekor sapi perah ras Friesian Holstein diserahkan kepada tiga koperasi, yakni KUD Dadi Jaya Purwodadi, Koperasi SAE Pujon, Kabupaten Malang, dan KUD Sumber Makmur Ngantang, Kabupaten Malang. Masing-masing koperasi menerima 30 ekor sapi.

Seremoni inaugurasi dihadiri Wakil Menteri Koordinator Bidang Pangan RI Dr. Hanif Faisol Nurofiq, Deputi Bidang Koordinasi Peningkatan Kualitas Kesehatan Kementerian Koordinator Pembangunan Manusia dan Kebudayaan Prof. Dr. Sukadiono, Asisten III Gubernur Jawa Timur R. Heru Wahono Santoso, Bupati Pasuruan HM Rusdi Sutejo, serta Ketua DPRD Kabupaten Pasuruan Samsul Hidayat.

BACA JUGA:Bupati Rusdi Warning Oknum Penguasa Aset Pasar

BACA JUGA:Ketua DPRD Kabupaten Pasuruan Soroti Proyek Rehabilitasi Bendung Dam Irigasi

Kehadiran para pejabat tersebut disambut Technical Director Nestlé Indonesia Antonio Prochilo, Corporate Affairs Director Nestlé Indonesia Fajar Dewantara, Ketua KUD Dadi Jaya Nurianto, serta perwakilan dua koperasi penerima lainnya.

"Kami mengapresiasi komitmen PT Nestlé Indonesia yang selama puluhan tahun tidak hanya berkontribusi menyediakan produk berkualitas bagi konsumen Indonesia, tetapi juga menunjukkan komitmen kuat terhadap keberlanjutan lingkungan dan pemberdayaan peternak sapi perah," ujar Hanif Faisol Nurofiq.

Menurut Hanif, kolaborasi yang memadukan pengembangan industri dengan penguatan kapasitas peternak merupakan model kemitraan yang perlu terus diperkuat.

"Kami berharap kolaborasi seperti ini, termasuk dengan dukungan Pemerintah Kabupaten Pasuruan, dapat terus meningkatkan produktivitas, kualitas susu segar dalam negeri, dan kesejahteraan peternak sehingga mendukung terwujudnya ketahanan serta kemandirian pangan nasional," tegasnya.

Implementasi closed-barn dan penyerahan sapi perah merupakan bagian dari upaya Nestlé Indonesia memodernisasi sektor peternakan, meningkatkan produktivitas dan kualitas susu segar, serta memperkuat daya saing industri persusuan nasional.

Bupati Pasuruan HM Rusdi Sutejo mengatakan, susu merupakan komoditas strategis yang tidak hanya mendukung pemenuhan gizi masyarakat, tetapi juga menjadi penggerak ekonomi peternak lokal.

"Sebagai kabupaten penghasil susu segar terbesar kedua di Jawa Timur, Pasuruan memiliki potensi yang sangat besar. Di tengah keterbatasan lahan, penerapan sistem closed-barn diharapkan mampu meningkatkan produktivitas, kualitas susu, sekaligus kesejahteraan peternak," ujarnya.

Usai seremoni, rombongan meninjau kandang closed-barn di Desa Lebakrejo, Kecamatan Purwodadi. Kandang berukuran 40 x 10 meter tersebut telah dihuni 30 ekor sapi perah ras Friesian Holstein impor dari Australia yang didatangkan pada 15 Februari 2026. Saat ini, 11 ekor di antaranya telah berproduksi menghasilkan susu.

BACA JUGA:Dukung Perkembangan Ekonomi Rakyat, PLN IP UBP Grati Gelar Transfer Knowledge Bersama Kelompok Binaan

Sumber: