Indonesia AIDS Coalition Perkuat Kapasitas Calon Pekerja Sosial Bersama Mahasiswa UMM
Pelaksanaan kegiatan penguataan kapasitas calon pekerja sosial.--
Oleh:
Windi Intan N.A, Arzailuna Martha N.K, Viska Faradila P, Alya Amelia, Zulfa Anggraeni, Rahma Tri.O, Livia Ayang R, Fitria Sindy N, Hafiza Ishlahun Nisa
(Mahasiswa Prodi Kesejahteraan Sosial, FISIP, Universitas Muhammadiyah Malang)
Penguatan Kapasitas Calon Pekerja Sosial (Pre-Service): Penutup Rangkaian Magang Mahasiswa Universitas Muhammadiyah Malang Bersama Indonesia AIDS Coalition
INDONESIA AIDS Coalition (IAC) menyelenggarakan kegiatan Penguatan Kapasitas Calon Pekerja Sosial (Pre-Service) sebagai penutup rangkaian program magang mahasiswa Program Studi Kesejahteraan Sosial Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) dan Universitas Binawan Jakarta. Kegiatan yang berlangsung pada 22–25 Juni 2026 di Hotel Fairfield by Marriott Bekasi ini menjadi pembekalan akhir bagi mahasiswa setelah menjalani praktik lapangan dalam program penanggulangan HIV dan pendampingan kelompok rentan.
Pelatihan tersebut bertujuan memperkuat kompetensi mahasiswa agar siap menjadi calon pekerja sosial yang profesional, beretika, serta menjunjung tinggi hak asasi manusia. Selama empat hari, peserta memperoleh berbagai materi yang menghubungkan teori perkuliahan dengan pengalaman praktik di lapangan.
Materi yang diberikan meliputi Value Clarification and Attitude Transformation (VCAT) untuk membantu peserta merefleksikan nilai dan sikap pribadi sehingga mampu memberikan pelayanan tanpa stigma dan diskriminasi. Peserta juga memperoleh pembelajaran mengenai Prevention of Sexual Exploitation, Abuse, and Harassment (PSEAH) sebagai upaya mencegah eksploitasi, pelecehan, dan kekerasan seksual dalam lingkungan kerja maupun pelayanan sosial.
Selain itu, materi SOGIESC (Sexual Orientation, Gender Identity and Expression, and Sex Characteristics) memberikan pemahaman bahwa orientasi seksual maupun identitas gender bukanlah penyebab penularan HIV. Melalui sesi ini, peserta didorong untuk memberikan pelayanan yang adil, setara, dan menghormati keberagaman.
Pada hari kedua, mahasiswa mengikuti pelatihan komunikasi efektif yang menekankan pentingnya kemampuan mendengarkan secara aktif, membangun hubungan profesional, dan berkomunikasi secara empatik dengan penerima manfaat. Peserta juga mengikuti sesi Expert Patient Trainer, yaitu pembelajaran langsung bersama orang dengan HIV (ODHIV) melalui praktik asesmen kebutuhan, identifikasi permasalahan, serta penyusunan alternatif intervensi sesuai prinsip pekerjaan sosial.
Kegiatan turut menghadirkan studi kasus "Kenapa Dina Meninggal", yang mengajak peserta menganalisis berbagai faktor penyebab kegagalan sistem pelayanan sosial dan kesehatan. Melalui diskusi tersebut, mahasiswa memahami bahwa kualitas layanan dipengaruhi oleh akses pelayanan, koordinasi lintas sektor, serta dukungan sosial yang memadai.
Sebagai penutup, peserta memperoleh penguatan mengenai prinsip-prinsip dasar pekerjaan sosial, seperti penerimaan, tidak menghakimi, individualisasi, penentuan nasib sendiri, serta kerahasiaan. Seluruh rangkaian kegiatan dikemas secara interaktif melalui diskusi, simulasi, studi kasus, dan refleksi pengalaman.
Melalui kegiatan ini, Indonesia AIDS Coalition berharap mahasiswa memiliki kompetensi profesional, mampu memberikan pelayanan yang inklusif dan bebas stigma, serta siap mengaplikasikan nilai-nilai pekerjaan sosial dalam berbagai bidang pelayanan sosial maupun kesehatan setelah menyelesaikan masa magang.
Sumber:






