Kesulitan Cari Murid, SDN 2 Plandaan Hanya Dapat Dua Siswa Baru
Siti Komariyah bersama dua siswa baru SDN 2 Plandaan--
TULUNGAGUNG, MEMORANDUM.DISWAY.ID - Nasib SDN 2 Plandaan, Kecamatan Kedungwaru, kian memprihatinkan. Pada pelaksanaan Sistem Penerimaan Murid Baru (SPMB) Tahun Ajaran 2026, sekolah tersebut hanya berhasil memperoleh dua siswa baru.
Minimnya jumlah pendaftar diduga dipengaruhi ketatnya persaingan dengan sekolah negeri maupun swasta di sekitar lokasi. Berbagai upaya telah dilakukan pihak sekolah untuk menarik minat masyarakat, mulai mendatangi orang tua calon siswa hingga memberikan bantuan perlengkapan sekolah. Namun, usaha tersebut belum mampu mendongkrak jumlah peserta didik baru.
BACA JUGA:SPMB Rampung, Dispendik Surabaya Gandeng Swasta Cegah Anak Putus Sekolah
Kepala SDN 2 Plandaan, Siti Komariyah, mengatakan kondisi ini bukan kali pertama terjadi. Sejak beberapa tahun terakhir, sekolah yang dipimpinnya hanya mampu menerima dua siswa baru setiap tahun. Saat ini, total siswa yang belajar di SDN 2 Plandaan hanya berjumlah 16 anak.
"Tahun lalu kami juga dapat dua siswa, tahun ini juga dua siswa," ujar Siti, Senin 13 Juli 2026.
Menurutnya, jumlah peserta didik terus mengalami penurunan sejak 2017. Meski demikian, pihak sekolah tetap bersyukur masih mendapatkan murid baru dibandingkan tidak memperoleh siswa sama sekali.
BACA JUGA:DPRD Kota Madiun Usul Tambah SMA Negeri Baru, Soroti Minimnya Kuota SPMB 2026
Siti menjelaskan, selain banyaknya sekolah lain di sekitar wilayah Plandaan, beredar pula anggapan di masyarakat bahwa SDN 2 Plandaan telah lama tutup. Padahal, kegiatan belajar mengajar masih berlangsung normal. Lokasi sekolah yang berada di belakang Balai Desa Plandaan juga membuat keberadaannya kurang terlihat sehingga tidak banyak diketahui warga.
"Setiap tahun dalam SPMB selalu menjadi tantangan tersendiri. Kami sudah mulai bergerilya mencari siswa baru sejak tiga bulan lalu," tuturnya.

Gempur Rokok Illegal--
Meski hanya menerima dua murid baru, proses pembelajaran dipastikan tetap berjalan sebagaimana mestinya. Para guru tetap memberikan pelayanan pendidikan secara maksimal kepada seluruh siswa. Namun, minimnya jumlah peserta didik berdampak langsung pada besaran dana Bantuan Operasional Sekolah (BOS) yang diterima. Untuk membantu memenuhi kebutuhan operasional sekolah, para guru yang berstatus aparatur sipil negara (ASN) bahkan secara sukarela menyisihkan iuran setiap bulan.
Dana tersebut tidak hanya digunakan untuk menunjang operasional sekolah, tetapi juga membelikan seragam, perlengkapan belajar, hingga tabungan bagi siswa baru agar mereka tetap semangat mengikuti pendidikan di SDN 2 Plandaan.(fir/fai)
Sumber:






