Bom Udara Kalilahar Diledakkan di Blitar, Dentuman Terdengar hingga Radius 1 Kilometer
Tim Jihandak Polda Jatim meledakkan bom udara temuan Sungai Kalilahar di lokasi disposal Kalibladak, Desa Sumberasri, Kabupaten Blitar, Jumat (10/7/2026).--
BLITAR, MEMORANDUM.DISWAY.ID – Tim Penjinak Bahan Peledak (Jihandak) Polda Jawa Timur meledakkan bom udara seberat sekitar 500 kilogram yang ditemukan di Sungai Kalilahar, Kota BLITAR, di lokasi disposal Kalibladak, Desa Sumberasri, Kecamatan Nglegok, Kabupaten BLITAR, Jumat 10 Juli 2026.
Dentuman hasil peledakan terdengar hingga radius lebih dari 1 kilometer dan sempat mengagetkan warga sekitar.
BACA JUGA:Evakuasi Bom di Dasar Sungai Kalilahar Kota Blitar Terkendala Impitan Batu Besar

Mini Kidi Wipes.--
Bom tersebut merupakan bom udara yang ditemukan dua warga saat mencari ikan di Sungai Kalilahar, Kelurahan Sukorejo, Kecamatan Sukorejo, Kota Blitar, Rabu malam, 8 Juli 2026.
Kasihumas Polres Blitar Kota AKP Samsul Anwar mengatakan, bom diledakkan setelah berhasil dievakuasi dari dasar sungai ke permukaan.
"Sudah diledakkan pada Jumat pagi. Jadi setelah dipastikan aman untuk dievakuasi dari sungai ke permukaan, bom pada Jumat dibawa ke lokasi jauh untuk disposal," kata Samsul Anwar.
Menurutnya, lokasi peledakan dipilih di Kalibladak karena jauh dari permukiman dan selama ini menjadi lokasi disposal berbagai bahan peledak, termasuk bom, granat, maupun petasan.
"Lokasinya jauh dari perkampungan. Dan sebelum peledakan, sudah kami sosialisasi kepada warga agar menghindari dari TKP," ujarnya.
Petugas melakukan seluruh rangkaian peledakan dengan pengamanan ketat setelah lebih dahulu mengingatkan warga agar tidak mendekati lokasi.
Sesaat setelah aba-aba diberikan, bom diledakkan hingga memunculkan kepulan asap hitam bercampur putih yang membumbung tinggi ke udara.
Kerasnya ledakan membuat suaranya terdengar hingga lebih dari 1 kilometer dari lokasi disposal.

Gempur Rokok Illegal--
Sebelumnya, dua pencari ikan menemukan benda mencurigakan yang kemudian diketahui sebagai bom udara dengan sirip di bagian bawah yang menancap di dasar sungai dan terjepit dua batu besar.
Sumber:






