iklan bhayangkara
Pildun Banner

Respons Keluhan SPMB, Daya Tampung SMA-SMK Negeri di Madiun Cabdindik Nilai Masih Cukup

Respons Keluhan SPMB, Daya Tampung SMA-SMK Negeri di Madiun Cabdindik Nilai Masih Cukup

Seorang siswa melakukan daftar ulang di SMAN 5 Kota Madiun pada pelaksanaan SPMB 2026.--

MADIUN, MEMORANDUM.DISWAY.ID – Cabang Dinas Pendidikan (Cabdindik) Jawa Timur Wilayah Madiun menegaskan, daya tampung gabungan SMA dan SMK negeri masih mencukupi seluruh lulusan SMP/MTs sederajat di Kota Madiun pada Sistem Penerimaan Murid Baru (SPMB) 2026, Rabu 1 Juli 2026.

Penegasan tersebut disampaikan menyusul keluhan banyaknya siswa Kota Madiun yang belum memperoleh kursi di SMA negeri.

Kepala Seksi SMA/PKPLK Cabdindik Jawa Timur Wilayah Madiun Canggih Swantaka Yoga Nendi menjelaskan jumlah lulusan SMP/MTs sederajat di Kota Madiun tahun ini mencapai 3.825 siswa.

BACA JUGA:DPRD Kota Madiun Soroti Minimnya Kuota SMA Negeri pada SPMB 2026


Mini Kidi Wipes.--

Sementara itu, daya tampung gabungan SMA dan SMK negeri masih mampu mengakomodasi seluruh lulusan, bahkan masih menyisakan kursi kosong.

"Kalau hanya SMA negeri saja tanpa melihat SMK negeri, tentunya tidak akan cukup menampung," ujarnya.

Menurut Canggih Swantaka Yoga Nendi, kondisi tersebut dipicu tingginya minat masyarakat melanjutkan pendidikan ke SMA negeri dibandingkan SMK negeri.

Akibatnya, sejumlah SMA negeri mengalami persaingan yang ketat, sedangkan masih terdapat kursi kosong di sekolah lain.

Meski demikian, seluruh tahapan SPMB 2026 dipastikan telah dilaksanakan sesuai petunjuk teknis dengan mengedepankan prinsip objektif, transparan, dan akuntabel.

Cabdindik juga terus mengoptimalkan pemanfaatan daya tampung yang masih tersedia, baik di SMK negeri maupun sekolah lain yang belum memenuhi kuota.

Selain itu, Cabdindik menggandeng SMA dan SMK swasta untuk memastikan seluruh lulusan tetap memperoleh akses pendidikan.

Orang tua juga diberikan informasi dan pendampingan mengenai alternatif sekolah yang masih membuka penerimaan peserta didik.

"Sehingga tidak ada lulusan yang kehilangan kesempatan melanjutkan pendidikan," jelas Canggih Swantaka Yoga Nendi.

Sumber:

Berita Terkait