Qodari Ajak Publik Kawal Kebijakan BBM Subsidi Tepat Sasaran
Kepala Staf Kepresidenan, Muhammad Qodari (tengah).--
JAKARTA, MEMORANDUM.DISWAY.ID - Kepala Badan Komunikasi Pemerintah (Kabakom) RI Muhammad Qodari mengajak masyarakat untuk mendukung penggunaan BBM yang lebih tepat sasaran.
Dia mencontohkan, salah satu yang didukung adalah para pengemudi ojek online (ojol). Mereka selama ini, kata Qodari, mayoritas pengguna BBM bersubsidi, seperti Pertalite.
BACA JUGA:Kenaikan Harga BBM Bayangi Tarif Trans Jatim, Dishub Tunggu Keputusan Pusat

Mini Kidi Wipes.--
"Dari data riset yang saya baca, ojol yang menggunakan Pertamax itu hanya sekitar 5 persen. Artinya, 95 persen lainnya seharusnya tidak terpengaruh karena memang menggunakan Pertalite," ujar Qodari, ditulis Kamis 18 Juni 2026.
Ia menjelaskan, penyesuaian harga Pertamax lebih banyak berdampak pada pengguna kendaraan yang masuk kategori masyarakat mampu.
BACA JUGA:Kabakom Qodari soal Demo Harga BBM: Prabowo Siapkan Berbagai Strategi Menuju Ketahanan Energi
Menurutnya, BBM nonsubsidi memang diperuntukkan bagi kelompok masyarakat yang memiliki daya beli lebih tinggi.
"Kalau kita bicara Pertamax, kan identik dengan mobil-mobil mewah, mobil-mobil bagus. Tapi kalau angkutan umum maupun mobil dengan kapasitas mesin rendah, umumnya menggunakan Pertalite yang disubsidi. Dan subsidi itu masih dipertahankan sampai sekarang, tidak ada kenaikan," katanya.
Qodari mengingatkan agar dukungan terhadap kelompok masyarakat yang terdampak kenaikan harga BBM dilakukan secara tepat sasaran.
BACA JUGA:Mengapa Harga Pertamax Disesuaikan? Pahami Perbedaan BBM Subsidi dan Non-Subsidi
Menurut dia, perlu dibedakan antara pengguna BBM bersubsidi dan pengguna BBM nonsubsidi.
"Jangan sampai pembelaan atau dukungan ini salah sasaran. Jangan sampai mendukung yang punya mobil mewah," ujar Qodari.
Ia menegaskan bahwa pemerintah selama ini membedakan kebijakan BBM berdasarkan kemampuan ekonomi masyarakat.
Sumber:









