Fraksi Demokrat DPRD Jatim Serap Aspirasi Warga Melalui Program Juara
dr Agung dan Rasiyo menerima aspirasi warga dalam Program Juara di Surabaya.--
SURABAYA, MEMORANDUM.DISWAY.ID – Fraksi Demokrat DPRD Jawa Timur menerima aspirasi masyarakat melalui program Juara atau Jumat Aspirasi Rakyat di Kantor DPD Partai Demokrat Jawa Timur sebagai upaya mencari solusi berbagai persoalan rakyat.
Program tersebut diikuti 11 anggota DPRD Jawa Timur dari Fraksi Demokrat yang berasal dari berbagai daerah pemilihan.
Ketua Fraksi Demokrat DPRD Jawa Timur, dr Agung Mulyono, didampingi Rasiyo, mengatakan kegiatan penyerapan aspirasi digelar secara intens sesuai instruksi DPP Partai Demokrat.
Menurutnya, kondisi masyarakat Jawa Timur sangat kompleks, mulai dari persoalan kesejahteraan, pendidikan, Seleksi Penerimaan Murid Baru (SPMB), hingga berbagai persoalan kerakyatan lainnya.
"Ini sebagai upaya solutif sekarang di problem kerakyatan," tandas dr Agung, Jumat 19 Juni 2026.
Anggota Fraksi Demokrat DPRD Jawa Timur Dapil 1 Surabaya, Rasiyo, menyampaikan banyak persoalan yang disampaikan masyarakat sebagai konstituen. Persoalan tersebut di antaranya perkembangan ekonomi, pendidikan, dan kesehatan.
"Setiap anggota Fraksi Demokrat harus memberikan pelayanan dan melakukan pendampingan ke rakyat," tandas Rasiyo.
BACA JUGA:Tak Tertampung di Negeri, Siswa Jatim Bisa Akses 143 Ribu Kuota Beasiswa Swasta dari Pemprov

Mini Kidi Wipes.--
Program Juara diharapkan mampu membantu menyelesaikan berbagai persoalan kerakyatan. Di antaranya kebijakan pemadaman listrik bergilir yang berpotensi mengganggu pelaku UMKM serta keluhan masyarakat terkait pelayanan kesehatan dan pendidikan.
Dokter Agung dan Rasiyo menjelaskan, mereka tegak lurus terhadap arahan Ketua Umum Partai Demokrat Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) dan Ketua DPD Partai Demokrat Jawa Timur Emil Elestianto Dardak.
"Komitmen Partai Demokrat untuk selalu hadir di tengah masyarakat dan menjadi bagian dari solusi atas berbagai persoalan rakyat terus diwujudkan melalui langkah nyata," tandasnya.
Dia menyebutkan Program Juara digelar untuk menindaklanjuti arahan AHY dan Emil Dardak agar kader semakin dekat dengan masyarakat. Program tersebut dilaksanakan rutin setiap Jumat di Kantor DPD Partai Demokrat Jawa Timur sebagai wadah komunikasi langsung antara masyarakat dan wakil rakyat.
"Tujuannya untuk memperkuat kedekatan wakil rakyat dengan masyarakat serta memastikan setiap aspirasi warga mendapatkan perhatian dan tindak lanjut yang jelas," katanya.
Dokter Agung menjelaskan, Program Juara menjadi ruang terbuka bagi masyarakat untuk menyampaikan keluhan, masukan, usulan pembangunan, hingga persoalan pelayanan publik secara langsung, cepat, dan terstruktur.
"Mas Ketum AHY selalu mengingatkan bahwa kader Demokrat harus hadir di tengah rakyat, mendengar langsung kebutuhan mereka, dan berupaya memberikan solusi. Semangat itulah yang kami wujudkan melalui program Jumat Aspirasi Rakyat," ujar Agung.
Ia menambahkan, masih banyak masyarakat yang kesulitan mendapatkan akses komunikasi langsung dengan wakil rakyat. Karena itu, Program Juara dihadirkan sebagai kanal yang lebih mudah, cepat, dan responsif.
BACA JUGA:Musda Demokrat Jatim 2026, Emil Dardak Tunggu Keputusan DPP

Gempur Rokok Illegal--
Untuk memastikan pelayanan berjalan optimal, Fraksi Demokrat menerapkan sistem piket bergiliran dengan melibatkan dua anggota fraksi setiap pekan.Mereka bertugas menerima dan mengawal tindak lanjut aspirasi masyarakat.
Adapun isu yang dapat disampaikan meliputi infrastruktur, pendidikan, kesehatan, pertanian, peternakan, UMKM, bantuan sosial, ketenagakerjaan, lingkungan hidup, hingga pelayanan publik.
Anggota DPRD Jawa Timur tiga periode itu menegaskan, Program Juara merupakan bagian dari transformasi politik yang lebih terbuka dan berorientasi pada kebutuhan masyarakat.
"Fraksi Demokrat ingin memastikan aspirasi rakyat tidak berhenti pada penyampaian, tetapi benar-benar diperjuangkan hingga memberi manfaat nyata," tegasnya.
Selain Program Juara, Fraksi Demokrat DPRD Jawa Timur juga mengembangkan kegiatan Ngobrol Fraksi atau Ngofrak yang telah berjalan lebih dari satu tahun.
Forum tersebut digelar setiap triwulan dan menjadi ruang dialog antara anggota fraksi dengan akademisi, komunitas, organisasi profesi, serta tokoh masyarakat.
Ngofrak dilaksanakan secara bergiliran di rumah anggota fraksi untuk menghadirkan suasana yang lebih santai, hangat, dan kekeluargaan.
"Ngofrak bukan sekadar forum diskusi, tetapi ruang dialog yang produktif untuk mencari solusi bersama," kata Agung.
Rencana terdekat, Ngofrak akan digelar pada Juli di Kabupaten Ponorogo dengan nuansa kebersamaan, termasuk menikmati kuliner khas daerah berupa sate Ponorogo.
Selain itu, Ngofrak juga diperkuat sebagai instrumen monitoring dan evaluasi kinerja anggota fraksi di masing-masing komisi DPRD.
Melalui mekanisme tersebut, peran anggota dalam bidang legislasi, anggaran, dan pengawasan dapat dipantau secara lebih terukur.
Menurut dr Agung, Program Juara dan Ngofrak menjadi bagian dari upaya memperluas partisipasi publik sekaligus menghadirkan solusi atas berbagai persoalan masyarakat.
Kedua program tersebut juga sejalan dengan agenda pembangunan nasional pemerintahan Presiden Prabowo Subianto, terutama dalam peningkatan kesejahteraan masyarakat, penguatan pelayanan publik, dan percepatan penyelesaian persoalan rakyat. "Rakyat harus memiliki akses yang mudah kepada wakilnya," pungkasnya. (day)
Sumber:









