Buntut Pengeroyokan Oknum Perguruan Silat di Kalijudan, Satu Pemuda Kritis
Korban Y mendapatkan perawatan intensif di IGD RS UNAIR--
SURABAYA, MEMORANDUM.DISWAY.ID – Aksi brutal oknum perguruan silat di Kalijudan XII dini hari tadi membuat Y (23), warga Kalijudan XII, Kecamatan Mulyorejo, Surabaya harus mendapatkan perawatan di Instalasi Gawat Darurat (IGD) Rumah Sakit Universitas Airlangga (RS UNAIR) setelah menjadi sasaran amukan massa.

Mini Kidi Wipes.--
Niat korban yang awalnya hanya berpamitan untuk keluar mencari kopi, justru berujung tragis setelah dirinya dikeroyok secara membabi buta oleh gerombolan massa yang diduga kuat merupakan oknum anggota perguruan silat.
Peristiwa mencekam ini terjadi pada dini hari sekitar pukul 01.00 WIB dini hari. Berdasarkan keterangan Wahyudi (47), ayah korban, situasi saat itu memang sedang tegang lantaran adanya konvoi massa dari salah satu perguruan silat pasca acara pengesahan di kawasan Jalan Kenjeran.
BACA JUGA:Aksi Anarkis Oknum Perguruan Silat di Kalijudan, Mobil Warga Rusak Parah Dilempar Batu

Gempur Rokok Illegal--
Wahyudi mengaku dikejutkan oleh laporan tetangganya yang panik mengabarkan bahwa anaknya telah menjadi korban kebrutalan massa di dalam gang kampung.
"Ada tetangga ngabarin saya, kalau anak saya di hajar massa, saya awalnya enggak berani keluar karena di luar masih banyak massa," ungkap Wahyudi saat ditemui, Rabu (17/6).
Setelah situasi sedikit mereda, Wahyudi langsung bergegas menuju lokasi. Ia mendapati anak semata wayangnya sudah dalam posisi tengkurap tidak berdaya di jalanan gang Kalijudan Gang 12.
BACA JUGA:Mencekam, Pengesahan Perguruan Silat di Surabaya Berujung Bentrok di Kalijudan
Akibat pengeroyokan tersebut, Y mengalami luka di sekujur tubuhnya. Wahyudi membeberkan detail kondisi memprihatinkan sang anak yang diduga kuat dihantam menggunakan benda tumpul dan paving block.
Wahyudi menjelaskan ada luka bocor di bagian kepala anaknya yang diduga akibat hantaman paving block dan ditemukan luka berlubang sedalam kurang lebih 2 sentimeter di bagian dada yang menembus ke arah organ dalam.
Selanjutnya seluruh area tangan dan badan korban dipenuhi luka memar akibat pukulan membabi buta, akibat dari pengeroyokan tersebut korban harus menjalani operasi
"Kata dokternya, ini harus segera dioperasi. Biayanya mencapai Rp20 juta, sedangkan saya ini cuma seorang kuli bangunan, tinggal berdua saja sama anak saya," keluh Wahyudi.
Sumber:









