iklan bhayangkara
Pildun Banner

Sidang Paripurna DPRD Lumajang Bahas Pertanggungjawaban Pelaksanaan APBD 2025

Sidang Paripurna DPRD Lumajang Bahas Pertanggungjawaban Pelaksanaan APBD 2025

Bunda Indah Bupati dan Mas Yudha Wakil Bupati Lumajang Menyampaikan Pertanggungjawaban APBD 2025.--

LUMAJANG, MEMORANDUM.DISWAY.ID - Anggaran pendapatan dan belanja daerah (APBD) tidak hanya berfungsi sebagai instrumen pengelolaan keuangan daerah, tetapi juga menjadi sarana untuk mendukung pelayanan publik. Selain itu juga memperluas akses masyarakat terhadap berbagai layanan dasar, seperti pendidikan, kesehatan, perlindungan sosial, serta pembangunan wilayah.

Hal tersebut tercermin dalam penyampaian Nota Keuangan Laporan Pertanggungjawaban Pelaksanaan APBD Kabupaten Lumajang Tahun Anggaran 2025 yang disampaikan Bupati Lumajang, Indah Amperawati, bersama Wakil Bupati Lumajang, Yudha Adji Kusuma, dalam Rapat Paripurna DPRD Kabupaten Lumajang, Senin 8 Juni 2026.

BACA JUGA:Patroli Gabungan Polsek Lumajang Kota dan Polsek Tekung Amankan Motor Bernomor Rangka Rusak


Mini Kidi Wipes.--

Bupati Lumajang, Indah Amperawati, menjelaskan bahwa penyampaian laporan pertanggungjawaban merupakan bagian dari siklus pengelolaan keuangan daerah sebagaimana diamanatkan dalam peraturan perundang-undangan. Melalui mekanisme tersebut, pemerintah daerah menyampaikan hasil pelaksanaan anggaran sekaligus membuka ruang evaluasi terhadap program-program yang telah dijalankan selama satu tahun anggaran.

“Pada hari ini, saya sampaikan Nota Keuangan Pertanggungjawaban Pelaksanaan APBD Kabupaten Lumajang Tahun Anggaran 2025 di hadapan Sidang Paripurna DPRD,” ujarnya.

Menurut Bupati yang akrab disapa Bunda Indah, pelaksanaan APBD Tahun 2025 diarahkan untuk mendukung berbagai program yang berkaitan dengan kebutuhan dasar masyarakat, mulai dari pendidikan, kesehatan, pelayanan sosial, hingga penguatan pelayanan pemerintahan di tingkat desa.

Pada sektor pendidikan, pemerintah daerah menyalurkan honor guru non-ASN melalui BOSDA kepada 6.062 tenaga pendidik, menyediakan seragam sekolah gratis, serta memberikan beasiswa bagi pelajar kurang mampu dan santri kader ulama.

Di bidang kesehatan, pemerintah daerah mendukung layanan persalinan gratis yang dimanfaatkan lebih dari 3.600 ibu bersalin, pelayanan kesehatan gratis bagi 191.835 warga, peningkatan operasional posyandu, penyediaan rumah singgah di kota rujukan, serta pengadaan 29 unit ambulans desa untuk mendukung akses layanan kesehatan masyarakat.

BACA JUGA:Depresi Penyakit Tak Kunjung Sembuh, Pria Bertato di Situbondo Ditemukan Tewas Gantung Diri


Gempur Rokok Illegal--

Sementara itu, pada sektor perlindungan sosial dan pelayanan masyarakat, pemerintah daerah menyalurkan tunjangan bagi guru ngaji dan marbot yang dilengkapi perlindungan BPJS Ketenagakerjaan, santunan duka cita, peningkatan honor perangkat desa, RT, RW, serta insentif kader keluarga berencana.

Selain itu, APBD juga digunakan untuk mendukung pembangunan wilayah melalui program Dana Dusun yang dimanfaatkan untuk penyediaan fasilitas internet, penerangan jalan, dan CCTV desa, pembangunan sarana air bersih di wilayah utara Lumajang, serta perbaikan rumah tidak layak huni.

Laporan keuangan Tahun Anggaran 2025 yang disampaikan juga telah mengonsolidasikan laporan dari seluruh perangkat daerah, termasuk dua rumah sakit umum daerah, 25 puskesmas, dan satu laboratorium kesehatan. Seluruh entitas tersebut telah melalui proses pemeriksaan dan memperoleh opini Wajar Tanpa Pengecualian (WTP).

Sumber: