Menuju ultah ke-8 memorandum.co.id
HJKS Banner
SFF 20266

8 Warga Positif DBD, Kelurahan Gading Surabaya Gelar Fogging Massal

8 Warga Positif DBD, Kelurahan Gading Surabaya Gelar Fogging Massal

Plt Lurah Gading Amndany Praptama Yantony memantau langsung kegiatan Jogging--

SURABAYA, MEMORANDUM.DISWAY.ID – Langkah cepat diambil oleh Kelurahan Gading dalam merespons temuan kasus Demam Berdarah Dengue (DBD) di wilayahnya.

Guna memutus mata rantai penyebaran nyamuk Aedes aegypti, pihak kelurahan menggelar fogging di wilayah RW 7.

BACA JUGA:Temukan Kasus DBD, Petugas Masuk Kampung Semprot Fogging


Mini Kidi Wipes.--

Aksi tanggap darurat ini dipimpin langsung oleh Plt Lurah Gading, Amdany Praptama Yantony, dengan melibatkan tiga tim gabungan yang menyisir total 12 RT di wilayah RW 7.

Plt Lurah Gading, Amdany Praptama Yantony mengungkapkan bahwa penyebaran virus DBD ini bermula dari laporan warga pada pertengahan bulan lalu.

BACA JUGA:Waspada DBD Februari, Kenali Gejala Awal dan Bedanya dengan Flu

"Kronologi awalnya pada tanggal 10 Mei 2026 lalu, terdapat warga yang dinyatakan positif DBD kemudian berlangsung beberapa hari, ada beberapa warga lagi yang menyusul hingga totalnya mencapai 8 orang yang terkena virus DBD di wilayah tersebut," ujar Amdany, Minggu 7 Juni 2026.

Merespon lonjakan kasus tersebut, Kelurahan Gading langsung berkoordinasi intensif dengan Puskesmas Gading dan Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Surabaya untuk melakukan penanganan serta pemetaan wilayah rawan.

Dari total 8 warga yang sempat terjangkit, Amdany memastikan sebagian besar sudah berangsur membaik.

BACA JUGA:Kasus DBD di Kelurahan Kartoharjo Nganjuk Terus Meningkat

 "Untuk kondisi saat ini, 6 warga sudah dinyatakan sembuh, sementara 2 orang lainnya masih menjalani perawatan intensif di rumah sakit," imbuhnya.

Sebagai langkah konkret di lapangan, pemantauan dan tindakan fogging massal dilakukan serentak dengan membagi petugas menjadi 3 tim agar jangkauan penyemprotan lebih merata dan cepat.

Penyemprotan difokuskan pada area perkampungan, saluran air atau selokan, rumah-rumah warga, hingga fasilitas pendidikan. 

Sumber: