Menuju ultah ke-8 memorandum.co.id
SFF 20266

Presiden Prabowo Prioritaskan Program Produktif dan Lapangan Kerja

Presiden Prabowo Prioritaskan Program Produktif dan Lapangan Kerja

Presiden Prabowo Subianto--

KEBUMEN, MEMORANDUM.DISWAY.ID – Presiden RI Prabowo Subianto menegaskan pemerintah akan memprioritaskan program produktif yang mampu menciptakan lapangan kerja dibandingkan pembangunan gedung saat menghadiri panen raya udang di tambak Budidaya Udang Berbasis Kawasan (BUBK) Desa Tegalretno, Kecamatan Petanahan, Kabupaten KEBUMEN, Jawa Tengah, Sabtu 23 Mei 2026.

BACA JUGA:Presiden Prabowo Target Indonesia Swasembada Daging Lima Tahun Lagi

Menurut Prabowo Subianto, pembangunan gedung perkantoran tetap diperlukan tetapi harus dibarengi produktivitas dan hasil nyata bagi masyarakat.

“Maaf kita sekarang agak tundalah bangun banyak kantor, kantor, kantor, kantor itu itu ya perlu. Tapi jangan ada kantor, nggak ada produktifitas,” kata Prabowo Subianto.


Mini Kidi Wipes.--

Ia menilai kemegahan kantor tidak memiliki arti apabila tidak menghasilkan manfaat konkret bagi rakyat.

“Kantor megah, produknya nggak ada. Lebih baik kantornya tidak begitu bagus, tapi produknya bagus. Hasilnya banyak,” ucapnya.

Prabowo Subianto menegaskan kebutuhan utama masyarakat saat ini adalah pekerjaan dan peningkatan penghasilan sehingga pemerintah mendorong program yang mampu menyerap tenaga kerja dalam jumlah besar.

BACA JUGA:Perkuat Ketahanan Pangan Nasional, Presiden Prabowo Turun Langsung Panen Jagung di Tuban

“Penghasilan untuk rakyat banyak. Rakyat kita butuh pekerjaan,” tegasnya.

Ia juga mengapresiasi program tambak modern BUBK Kebumen yang dinilai produktif karena mampu membuka lapangan kerja bagi masyarakat setempat.

“Jadi ini sangat bagus, sangat produktif. Lapangan kerja yang bisa diserap,” kata Prabowo Subianto.


Gempur Rokok Illegal--

“Berapa orang yang kerja sekarang? Enam ratus lima puluh. Enam ratus lima puluh. Lokal orang lokal semua. Orang setempat enam ratus lima puluh orang bekerja,” pungkasnya.

BUBK Kebumen diresmikan pada 9 Maret 2023 dan saat ini telah menjalankan siklus budidaya ke delapan dengan 139 kolam produksi yang beroperasi optimal.

Sementara itu, pemerintah juga merencanakan proyek serupa dengan skala lebih besar di Waingapu Nusa Tenggara Timur. (-) 

Sumber: