Bersihkan Ribuan Data Bansos Bermasalah, Pemkab Jember Raih Apresiasi BP Taskin
Bupati Jember Muhammad Fawait benahi data bansos tepat sasaran diapresiasi BP Taskin.--
JEMBER, MEMORANDUM.DISWAY.ID – Langkah Pemerintah Kabupaten JEMBER membongkar ribuan data bantuan sosial (bansos) bermasalah mendapat apresiasi dari Badan Percepatan Pengentasan Kemiskinan (BP Taskin). Pembenahan data warga miskin secara besar-besaran tersebut dinilai sebagai langkah krusial agar program perlindungan sosial benar-benar tepat sasaran.
​Apresiasi tersebut disampaikan langsung oleh Wakil Kepala BP Taskin, Iwan Sumule, dalam kegiatan Sosialisasi Rencana Induk (Rinduk) dan Inovasi Daerah dalam Percepatan Pengentasan Kemiskinan yang digelar di Gedung BP Taskin, Jakarta, Kamis 21 Mei 2026.
BACA JUGA:Wadahi Bakat Muda, Pemkab Jember Anggarkan Rp10 Milliar Bangun Sirkuit Balap Drag

Mini Kidi Wipes.--
​“Pengalaman Kabupaten Jember dapat menjadi referensi strategis bagi percepatan pengentasan kemiskinan yang lebih terpadu dan berdampak,” ujar Iwan.
​Menurutnya, persoalan utama dalam program perlindungan sosial selama ini bukan hanya karena tingginya angka kemiskinan, melainkan juga validitas data penerima bantuan yang kerap tumpang tindih dan tidak sesuai dengan kondisi riil di lapangan.
BACA JUGA:Gandeng Warga Benahi Data PBB, Pemkab Jember Buka Lowongan Petugas Survei
​Oleh karena itu, BP Taskin menilai langkah Pemkab Jember memperkuat Data Tunggal Sosial Ekonomi Nasional (DTSEN) melalui verifikasi faktual langsung merupakan inovasi yang patut dicontoh.
​“Percepatan pengentasan kemiskinan harus didukung oleh penguatan kualitas data serta koordinasi yang efektif,” tegasnya.
​Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS), tingkat kemiskinan nasional pada September 2025 tercatat sebesar 8,25 persen atau sekitar 23,36 juta jiwa. Pemerintah pusat menargetkan angka kemiskinan turun menjadi 4,5 hingga 5 persen pada 2029, sementara kemiskinan ekstrem ditargetkan menyentuh nol persen pada 2026.
BACA JUGA:Pemkab Jember Dampingi Yonif 515 Kuasai Digitalisasi Administrasi Lewat Bimtek
​Di sisi lain, Bupati Jember Muhammad Fawait mengakui persoalan kemiskinan masih menjadi pekerjaan rumah (PR) besar bagi daerahnya. Meski angka kemiskinan di Jember dilaporkan turun dari 9,01 persen menjadi 8,67 persen pada tahun 2025, angka absolutnya masih tergolong tinggi.
​“Secara absolut, jumlah penduduk miskin di Jember masih menjadi yang terbesar kedua di Jawa Timur,” ungkap pria yang akrab disapa Gus Fawait tersebut.
​Untuk mempercepat penanganan, Pemkab Jember kini menjadikan DTSEN sebagai acuan utama penyaluran bantuan. Fokus intervensi pun diarahkan langsung kepada kelompok Desil 1 atau masyarakat dengan tingkat kesejahteraan paling rendah.
Sumber:







