Menuju ultah ke-8 memorandum.co.id
SFF 20266

Jerawat di Rahang hingga Rambut Rontok Bisa Jadi Tanda Hormon Androgen Berlebih pada Wanita

Jerawat di Rahang hingga Rambut Rontok Bisa Jadi Tanda Hormon Androgen Berlebih pada Wanita

Ilustrasi: Magnific--

SURABAYA, MEMORANDUM.DISWAY.ID - Testosteron memang sering dikenal sebagai hormon pria, tetapi sebenarnya wanita juga memproduksinya dalam jumlah kecil. Masalah muncul ketika kadar hormon androgen seperti testosteron dan DHT (dihydrotestosterone) meningkat melebihi batas normal.

Kondisi ini dapat memicu berbagai perubahan biologis pada tubuh wanita, mulai dari jerawat hormonal, pertumbuhan rambut berlebih, hingga rambut rontok. Karena itu, perubahan yang terlihat pada kulit dan rambut tidak selalu sekadar masalah kosmetik, tetapi bisa menjadi tanda adanya gangguan hormonal atau metabolik yang perlu diperhatikan lebih lanjut.

BACA JUGA:Jerawat Punggung Tidak Kunjung Hilang? Ini Penyebab dan Solusinya


Mini Kidi Wipes.--

Salah satu dampak paling umum dari androgen berlebih adalah meningkatnya produksi minyak pada kulit. Hormon androgen merangsang kelenjar sebasea untuk menghasilkan sebum dalam jumlah lebih banyak. Ketika minyak berlebih bercampur dengan sel kulit mati, pori-pori menjadi tersumbat dan memicu peradangan berupa jerawat. Jerawat hormonal biasanya muncul di area rahang, dagu, leher, dan wajah bagian bawah, serta cenderung lebih meradang dan sulit hilang dibanding jerawat biasa.

Perubahan hormon juga memengaruhi folikel rambut. Testosteron dapat diubah menjadi DHT, bentuk androgen yang lebih kuat dan lebih aktif. DHT inilah yang dapat menyebabkan rambut tumbuh lebih tebal dan gelap di area tertentu seperti dagu, dada, perut, atau punggung, kondisi yang dikenal sebagai hirsutisme. Di saat yang sama, DHT juga dapat mengecilkan folikel rambut di kulit kepala sehingga rambut menjadi lebih tipis dan mudah rontok.

BACA JUGA:Jerawat di Area T-Zone Bisa Picu Infeksi Otak hingga Risiko Fatal

Tanda-Tanda Androgen Berlebih pada Wanita, beberapa gejala yang sering muncul antara lain: Jerawat hormonal yang terus berulang, Rambut tumbuh berlebih di wajah atau tubuh, Rambut kepala menipis atau rontok, Kulit lebih berminyak, Siklus menstruasi tidak teratur, Berat badan mudah naik, terutama di area perut, Sulit hamil pada beberapa kasus

Kondisi ini sering berkaitan dengan gangguan metabolik seperti Polycystic Ovary Syndrome (PCOS) atau resistensi insulin. Saat tubuh mengalami resistensi insulin, kadar insulin dalam darah meningkat dan dapat merangsang ovarium memproduksi lebih banyak androgen. Akibatnya, gejala hormonal menjadi semakin terlihat.


Gempur Rokok Illegal--

Kenapa Tidak Bisa Hanya Diatasi dari Luar? Karena banyak orang fokus mengatasi jerawat atau rambut rontok hanya dengan skincare atau perawatan rambut. Padahal jika penyebab utamanya berasal dari hormon, masalah biasanya akan terus berulang selama akar penyebabnya belum ditangani.

Karena itu, penting memahami bahwa perubahan pada kulit dan rambut bisa menjadi “sinyal tubuh” terhadap kondisi internal. Pemeriksaan hormon, pola makan, kualitas tidur, stres, hingga kesehatan metabolik sering kali ikut berperan dalam kondisi ini.

Sumber: