Menuju ultah ke-8 memorandum.co.id
SFF 20266

Sekda Jember dan BPOM Telusuri Dapur MBG Pascainsiden Dugaan Keracunan Siswa TK

Sekda Jember dan BPOM Telusuri Dapur MBG Pascainsiden Dugaan Keracunan Siswa TK

Kepala Satgas MBG Jember bersama BPOM dan Dinkes memeriksa dapur MBG di Kaliwates.--

JEMBER, MEMORANDUM.DISWAY.ID – BPOM Jember bersama Dinas Kesehatan dan Satgas MBG menelusuri dapur penyedia makanan di Kecamatan Kaliwates setelah belasan siswa PAUD dan TK diduga mengalami keracunan usai mengonsumsi menu Makan Bergizi Gratis (MBG), Kamis, 21 Mei 2026.

Pengawas Farmasi dan Makanan Ahli Muda BPOM Jember, Yushita Harminingsih, mengatakan petugas langsung melakukan penelusuran ke Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) terkait.

“Hari ini petugas dari Balai POM di Jember sudah melakukan penelusuran langsung ke SPPG terkait,” ujar Yushita.

Peristiwa itu bermula saat para siswa mengonsumsi paket makanan MBG yang dibagikan pada Rabu, 20 Mei 2026.

BACA JUGA:Belasan Murid TK Tumbang Akibat Menu MBG, Bupati Gus Fawait: Kami Evaluasi dan Mohon Maaf


Mini Kidi Wipes.--

Tak lama berselang, sejumlah anak dilaporkan mengalami mual, muntah, hingga lemas dan harus mendapat penanganan medis di puskesmas maupun rumah sakit terdekat.

“Beberapa siswa memang dilaporkan mengalami gejala setelah mengonsumsi makanan MBG,” tuturnya.

Tim gabungan memeriksa dapur milik SPPG Al Mubarok Kaliwates Yayasan 88 Berkah di Jalan Teratai, Kecamatan Kaliwates.

Pemeriksaan dilakukan mulai proses pemilihan bahan, pengolahan, penyimpanan, hingga distribusi makanan.

“Kami menelusuri seluruh proses secara detail, mulai dari pengolahan, penyimpanan, hingga makanan itu didistribusikan,” jelasnya.

Menurut Yushita, pengolahan makanan dalam jumlah besar memiliki risiko tinggi apabila tidak dijalankan sesuai standar operasional prosedur (SOP).

“Ini adalah proses yang kompleks. Keamanan pangan harus dijaga ketat, dan bisa saja ada tahapan yang kemarin tidak sesuai SOP,” ungkapnya.

BPOM juga menekankan pentingnya penerapan Cara Produksi Pangan Olahan yang Baik (CPPOB).

Setiap dapur penyedia MBG diwajibkan memiliki SOP tertulis dan menyimpan sampel makanan selama 2x24 jam untuk memudahkan pelacakan apabila terjadi masalah.

Mengenai penyebab pasti, BPOM masih menunggu hasil uji laboratorium terhadap sampel makanan dan spesimen korban.

“Dugaan sementara mengarah pada kontaminasi mikrobiologi atau bakteri, namun kami harus menunggu hasil laboratorium untuk kepastiannya,” tambahnya.


Gempur Rokok Illegal--

Sementara itu, Kepala Satgas MBG Jember yang juga Penjabat Sekretaris Daerah Jember, Achmad Imam Fauzi, menegaskan keselamatan siswa menjadi prioritas utama.

“Keselamatan siswa adalah yang utama. Kami tidak mau main-main dan akan melakukan evaluasi total terhadap program ini,” tegas Fauzi.

Pemkab Jember juga berkoordinasi dengan Badan Gizi Nasional (BGN) untuk menindaklanjuti kasus tersebut.

BACA JUGA:Perkuat Komunikasi Publik, Polres Jember Siap Dukung Asta Cita Lewat Informasi Sejuk dan Akurat

Fauzi menyatakan pemerintah daerah tidak akan segan menutup dapur penyedia apabila terbukti terjadi kelalaian fatal.

“Jika memang harus ditutup karena dampaknya merugikan kesehatan anak-anak di hilir, tentu tindakan tegas itu akan kami ambil,” ucapnya.

Ia juga menyoroti pentingnya aspek keselamatan kerja dan higienitas lingkungan dapur dalam pelaksanaan program MBG.

Menurutnya, kelayakan sanitasi dan keselamatan kerja harus menjadi syarat utama sebelum dapur diizinkan beroperasi.

Fauzi menyampaikan Bupati Jember, Muhammad Fawait, turut menyampaikan penyesalan atas insiden tersebut.

“Bupati menyampaikan rasa penyesalan yang mendalam. Pemerintah Kabupaten Jember memohon maaf yang sebesar-besarnya kepada para korban dan seluruh orang tua siswa yang terdampak,” ungkap Fauzi.

Pemkab Jember memastikan evaluasi akan dilakukan menyeluruh agar kejadian serupa tidak terulang.

“Yang paling krusial saat ini adalah evaluasi yang jujur, serius, dan perbaikan menyeluruh agar musibah seperti ini tidak pernah terulang kembali di masa depan,” pungkasnya. (fbr)

 

 
 

Sumber: