Menuju ultah ke-8 memorandum.co.id
SFF 20266

Limbah Tambak di Ujungpangkah Timbulkan Bau dan Ancam Ekosistem Pesisir, DLH Gresik Lakukan Sidak

Limbah Tambak di Ujungpangkah Timbulkan Bau dan Ancam Ekosistem Pesisir, DLH Gresik Lakukan Sidak

Tim DLH Gresik menggelar sidak di tambak vaname yang diduga membuang limbah sembarangan.--

GRESIK, MEMORANDUM.DISWAY.ID – Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Gresik melakukan sidak tambak udang vaname di Desa Banyuurip, Kecamatan Ujungpangkah, Kamis 7 Mei 2026.

Ini terkait  dengan keluhan warga karena mengeluarkan bau menyengat dan diduga mencemari lingkungan pesisir.

Kabid Pengendalian Pencemaran dan Kerusakan Lingkungan DLH Gresik, Jauzi mengatakan, timnya telah melakukan verifikasi lapangan.

Verifikasi dilakukan dengan melihat langsung pintu pembuangan limbah dan kondisi air yang diduga telah tercemar.

BACA JUGA:Penumpang Perahu Jatuh ke Sungai saat Menyeberang di Wringinanom Gresik, Satu Motor Tenggelam


Mini Kidi Wipes.--

Dari hasil pantauan, pembuangan limbah hasil endapan air tambak berlangsung sekitar pukul 17.00 WIB. Limbah dibuang melalui pintu air yang terhubung langsung dengan laut.

DLH Gresik juga masih mendalami apakah pembuangan limbah tersebut telah menggunakan instalasi pengolahan air limbah (IPAL).

Jauzi menyebut, pihaknya masih melakukan kajian terhadap hasil verifikasi lapangan.

Jika terbukti melakukan pembuangan limbah sembarangan, pemilik tambak berskala besar tersebut akan dipanggil.

“Jika terbukti, kita akan panggil pemilik tambak karena telah melakukan aktivitas pembuangan limbah yang mencemari lingkungan dan membuat masyarakat sekitar resah,” ujar Jauzi.

Selain itu, DLH Gresik juga akan meminta pemilik tambak menunjukkan kelengkapan dokumen izin lingkungan.

“Akan kita minta kelengkapan izin-izin tambak udang vaname tersebut, termasuk izin lingkungannya,” tuturnya.


Gempur Rokok Ilegal. Ini Ciri-ciri rokok Ilegal.--

Sementara itu, warga setempat, Samari (55), mengatakan limbah tambak diduga menyebabkan ikan dan kepiting di wilayah pesisir mati. Menurutnya, kondisi tersebut berdampak terhadap hasil tangkapan nelayan.

“Sejak ada limbah tambak vaname itu, kepiting dan ikan-ikan lain yang ada di wilayah pesisir banyak yang mati. Sehingga penghasilan kami berkurang drastis,” kata Samari.

Ia berharap ada langkah tegas dari DLH Gresik untuk menyelamatkan ekosistem pesisir yang menjadi sumber mata pencaharian warga.

“Harapannya ya agar pemilik tambak memperbaiki pembuangan limbahnya. Jangan langsung dibuang ke aliran sungai yang terhubung dengan laut,” ucapnya. (rez)

 

Sumber: