Mengenal Hantavirus, Virus Langka yang Picu Kepanikan di Kapal Pesiar
Ilustrasi dari virus di tubuh manusia.(Sumber: Freepik)--
SURABAYA, MEMORANDUM.DISWAY.ID - Wabah hantavirus tengah menjadi perhatian dunia setelah dilaporkan muncul di kapal pesiar MV Hondius yang berlayar dari Argentina menuju Tanjung Verde di Samudra Atlantik. Menurut World Health Organization atau WHO, sedikitnya tujuh orang dari total penumpang dan awak kapal dilaporkan sakit, sementara tiga orang meninggal dunia akibat dugaan infeksi tersebut.
WHO menyebut satu kasus telah dikonfirmasi positif hantavirus, sedangkan beberapa kasus lain masih dalam proses investigasi laboratorium lebih lanjut. Berdasarkan laporan yang dikutip dari BBC dan Xinhua, wabah ini diduga berkaitan dengan virus Andes atau ANDV, salah satu jenis hantavirus langka yang ditemukan di Amerika Selatan.
BACA JUGA:Apakah Virus Nipah Bisa Menular Lewat Makanan? Panduan Cegah Zoonosis Musim Hujan 2026

Mini Kidi Wipes.--
Lalu, sebenarnya apa itu hantavirus?
Hantavirus merupakan kelompok virus yang dibawa oleh hewan pengerat seperti tikus dan mencit. Virus ini termasuk penyakit zoonosis, yaitu penyakit yang dapat menular dari hewan ke manusia. Penularannya biasanya terjadi ketika manusia menghirup partikel dari urine, air liur, atau kotoran hewan yang terinfeksi.
BACA JUGA:Ramai Isu Super Influenza, Ahli Mikrobiologi: Bukan Virus Baru, Gejalanya Seperti Flu Musiman
Dalam sebagian besar kasus, hantavirus tidak mudah menular antar manusia. Namun khusus virus Andes, para ahli menyebut jenis ini berbeda karena diduga memiliki kemampuan menular melalui kontak dekat antarmanusia, meskipun kasusnya masih tergolong jarang.
Menurut WHO, virus Andes pertama kali diidentifikasi di Argentina dan Chili pada tahun 1995. Virus ini dikenal sebagai penyebab Hantavirus Pulmonary Syndrome (HPS) atau sindrom paru hantavirus, penyakit serius yang menyerang paru-paru dan sistem kardiovaskular.
Gejalanya pada tahap awal sering kali mirip flu biasa, sehingga cukup sulit dikenali sejak dini. Penderita biasanya mengalami demam tinggi, nyeri otot, sakit kepala, kelelahan, menggigil, mual, muntah, hingga nyeri perut. Karena gejalanya umum, banyak orang mungkin tidak langsung menyadari bahwa mereka terinfeksi hantavirus.
BACA JUGA:Darurat Virus
Namun beberapa hari kemudian, kondisi pasien dapat memburuk dengan cepat. Penderita bisa mengalami batuk berat dan sesak napas akibat paru-paru yang mulai dipenuhi cairan. Dalam kondisi tertentu, tekanan darah dapat turun drastis hingga menyebabkan syok dan gagal napas.
Menurut data dari Centers for Disease Control and Prevention (CDC), tingkat kematian akibat HPS yang disebabkan virus Andes dapat mencapai lebih dari 40 persen. Sementara tinjauan ilmiah yang diterbitkan jurnal The Lancet pada 2023 menyebut beberapa jenis hantavirus di Amerika memiliki fatality rate hingga 50 persen.
Selain menyerang paru-paru, beberapa jenis hantavirus juga dapat menyebabkan Hemorrhagic Fever with Renal Syndrome (HFRS), yaitu kondisi yang menyerang ginjal dan dapat memicu gagal ginjal akut.
Sumber:









