Menuju ultah ke-8 memorandum.co.id
SFF 20266

Wujudkan Kota Malang Bebas Stunting, Pemkot Canangkan 'Gerak Penting'

Wujudkan Kota Malang Bebas Stunting, Pemkot Canangkan 'Gerak Penting'

Pelaksanaan pencanangan Gerak Penting di Pemkot Malang --

MALANG, MEMORANDUM.DISWAY.ID - Pemerintah Kota Malang berkomitmen terus menekan angka stunting. Salah satu langkah yang ditempuh, dengan pencanangan pencanangan Gerak Bersama Penurunan AKI, AKB, dan stunting (Gerak Penting), di Hotel Atria, Kecamatan Blimbing, Kota Malang, Selasa, 5 Mei 2026.

Dengan pencanangan itu, pemantauan potensi stunting lebih masif dilakukan. Diharapkan, tidak ada lagi atau bisa meminimalisir Angka Kematian Ibu (AKI) dan Angka Kematian Bayi (AKB).

BACA JUGA:Hardiknas 2026, Pemkot Malang Dekatkan Diri dengan Satuan Pendidikan


Mini Kidi Wipes.--

Karena dilakukan pemantauan sejak dini, pemeriksaan rutin di layanan kesehatan. Baik di Puskesmas maupun RSUD Kota Malang.

"Dengan Gerak Penting ini, indentifikasi maupun pendataan ibu hamil hingga melahirkan, akan lebih masif. Sosialisasi kesiapan kesehatan di setiap Puskesmas, terus terinformasikan," terang Wakil Walikota Malang, Ali Mutohirin yang menjadi pemateri dalam pencanangan gerak penting

BACA JUGA:Hari Kartini, Pemkot Malang Beri Penghargaan Perempuan Inspiratif Berdedikasi di Bidang Sosial


Ayo bolo kita gempur rokok ilegal.--

Penanganan Gerak Penting, dimulai di Puskesmas, bidan koordinator, bidan wilayah, yang sudah punya data identifikasi dan kantong persalinan. 

Sementara itu, Kapala Dinas Kesehatan Pemerintah Kota Malang, Husnul Muarif menjelaskan data peristiwa yang terjadi di tahun 2026. Untuk kematian ibu di tahun 2025, ada 4 oang. Sedangkan untuk bayi balita, ada 46 orang.

BACA JUGA:Perkuat Payung Hukum, Pemkot Malang Segera Miliki 4 Perda Baru

Peristiwa AKI, lanjut Husnul, dikarenakan proses kehamilan kemudian saat melahirkan dan masa nifas. Untuk kecelakaan meninggal, tidak dimasukkan di angka kematian ibu. Namun, kalau angka kematian bayi balita, penyebab apapun dimasukkan di dalam angka kematian.

"AKI paling banyak, karena hipertensi dalam kehamilan. Termasuk pendarahan pasca persalinan. Dengan Gerak Penting, pendataan awal jumlah ibu hamil, berapa yang risiko tinggi, berapa yang tidak berisiko, terpantau sejak dini," terang Dokter Husnul.

BACA JUGA:Pemkot Malang Dorong Jurnalis Edukasi Pemberitaan Ramah Anak

Sumber: