Menuju ultah ke-8 memorandum.co.id
SFF 20266

Berdamai dengan Diabetes

 Berdamai dengan Diabetes

ilustrasi mengenal diabetes--

Diabetes ditandai dengan tingginya kadar gula darah. Penyebabnya kekurangan hormon insulin, produksi insulin tidak cukup, atau tubuh tidak dapat merespons insulin secara efektif. Insulin perlu untuk penyerapan gula dalam tubuh. Kadar gula darah normal tergantung usia dan jenis kelamin.

 Pada orang dewasa setelah puasa 70-100 mg/dL, sebelum makan 70-130 mg/dL, 1-2 jam setelah makan < 180 mg/dL. Kalau kadar dua jam sesudah makan lebih dari 200mg/dL berarti sudah mengidap diabetes. Pembacaan antara 140-199 mg/dL termasuk  prediabetes.

 Jenis diabetes banyak, dan yang paling sering dialami adalah diabetes mellitus tipe 2. Umumnya orang sudah menyadari komplikasi akibat diabetes kronis tanpa pengobatan, yaitu kerusakan pembuluh darah dan saraf. Gangguan jantung dan pembuluh darah paling sering terjadi, yang berakibat serangan jantung, stroke, dan penyumbatan pembuluh darah.

BACA JUGA:Belajar Mengenali Lapar: Pelajaran Penting dari Berpuasa


Mini Kidi Wipes.--

Sayang, kesadaran itu belum diikuti tindakan nyata, misalnya berobat ke dokter dan minum obat rutin. Pengidap hanya mengonsumsi obat ketika merasa gula darahnya tinggi. Ada pula pasien yang bahkan takut untuk memeriksa kadar gula darahnya sendiri. Rasa takut itu membuat mereka memilih untuk menghindari kenyataan. 

 BACA JUGA:Konsisten Menjaga Kekuatan Imunitas Tubuh

Apalagi bila disertai anggapan, bahwa selama tidak ada gejala, berarti kadar gula darah normal. Padahal, kadar gula pasien diabetes tipe 2 dapat tetap tinggi tanpa menimbulkan keluhan apa pun. Inilah yang membuat diabetes sering disebut sebagai “silent disease”. Orang selalu berharap kadar gula kembali normal secepat mungkin sehabis minum obat.

 Padahal, sesuai jenisnya, obat diabetes bekerja dengan cara dan waktu yang berbeda, misalnya meningkatkan kepekaan sel otot pada insulin, memacu sel pankreas untuk menghasilkan dan mengeluarkan  insulin sesuai kebutuhan, memperlambat pengosongan lambung.

 Nah, apa yang sebaiknya dilakukan? Yang paling mendesak adalah menerima kenyataan bahwa orang dengan diabetes tetap dapat menjalani kehidupan normal dengan kehati-hatian. Syaratnya, menyadari bahwa diabetes bukan sekadar penyakit yang diobati sesekali, melainkan kondisi yang perlu dikelola setiap hari.

Oleh karena itu, yang perlu dilakukan adalah melakukan pemeriksaan gula darah secara rutin, menaati obat dokter, mengatur pola makan secara seimbang, melakukan aktivitas fisik secara teratur, tidur berkualitas, mengelola stres dengan baik. Pemeriksaan gula darah perlu untuk memonitor kondisi tubuh, dan membantu pengelolaan diabetes secara terarah.

 Untuk pengaturan diet memang tidak mudah, prinsipnya adalah gizi lengkap dan serat tinggi, rendah lemak dan kalori. Kurangi lemak jenuh (gorengan, daging, keju dll), karbohidrat rafinasi (gula pasir), dan permen. Pengaturan pola makan  dapat menggunakan rumus  ½ piring sayur, ¼ piring protein tanpa lemak, ¼ bagian gandum atau beras. Tambahkan sedikit lemak sehat, umpama dari buah alpukat.

 
Ayo bolo kita gempur rokok ilegal.--

Selain air, tetap boleh minum teh dan kopi. Jumlah porsi, jenis makanan, waktu makan, serta konsumsi gula tersembunyi pada minuman atau makanan olahan juga sangat berpengaruh. Tidak jarang seseorang sudah mengurangi nasi, tetapi tetap mengonsumsi minuman manis atau camilan tinggi gula, sehingga kadar gula darah tetap tinggi.

 Penting, perhatikan gejala seperti rasa haus dan mulut kering, sering buang air kecil, rasa lelah, penglihatan kabur, berat badan turun, kebas tangan atau kaki, luka lambat sembuh, infeksi kulit atau vagina.

 Pada akhirnya, dengan pemahaman yang benar dan komitmen yang kuat, penderita diabetes tetap dapat hidup sehat, produktif, dan memiliki kualitas hidup yang baik. Kualitas hidup yang baik perlu untuk mendapatkan sumber daya manusia berkualitas yang perlu bagi pembangunan bangsa dan negara. Berdamailah dengan diabetes. (Dari berbagai sumber). 

 

 

 

Sumber: