Menuju ultah ke-8 memorandum.co.id
SFF 20266

Akademisi Malang Soroti Wacana Penutupan Program Studi Keguruan

Akademisi Malang Soroti Wacana Penutupan Program Studi Keguruan

Ketua Prodi UMM Dr M Isnaini soroti wacana penutupan program studi.--

MALANG, MEMORANDUM.DISWAY.ID – Akademisi menyoroti wacana penutupan program studi keguruan yang diusulkan Sekretaris Jenderal Kementerian Pendidikan Tinggi Sains dan Teknologi Republik Indonesia, Kamis 30 April 2026.

Sebab wacana itu dinilai berisiko terhadap arah pendidikan nasional, dan pembentukan karakter bangsa.


Mini Kidi Wipes.--

Wacana tersebut didasarkan pada relevansi lulusan dengan kebutuhan industri yang memicu perdebatan di dunia pendidikan tinggi.

Selain itu, akademisi menilai pendekatan tersebut menyederhanakan makna pendidikan dan hanya berorientasi pada angka statistik serta tingkat serapan kerja.

BACA JUGA:Kejari Kota Malang Pantau Pembangunan Strategis Sektor Pendidikan

Ketua Program Studi Pendidikan Bahasa Universitas Muhammadiyah Malang Dr. M. Isnaini, M.Pd., menyatakan kebijakan tersebut menunjukkan ketidaksiapan pemerintah dalam memetakan arah pendidikan nasional.

“Kampus memiliki tanggung jawab strategis jauh lebih besar daripada sekadar mengikuti tren pasar kerja, kampus adalah ruang inkubasi pemikiran kritis, ketika kebijakan hanya berorientasi pada pasar kerja fungsi intelektual akan tergerus,” jelasnya.


Ayo bolo kita gempur rokok ilegal.--

Ia menambahkan dalam jangka panjang kebijakan tersebut berpotensi melemahkan posisi pendidikan tinggi sebagai penggerak intelektualitas kritis masyarakat.

Sementara itu, Rektor Universitas Brawijaya Prof Widodo menyebut setiap program studi selalu dilakukan monitoring dan evaluasi termasuk kurikulum serta serapan lulusan di dunia kerja.

BACA JUGA:Ratusan Rektor Muhammadiyah Bahas Pendidikan Maju di Rakernas

Menurutnya, reposisi program studi dapat dilakukan melalui penutupan, pembukaan, atau transformasi sesuai kebutuhan.

“program studi tidak hanya dikaitkan dengan kebutuhan industri tetapi juga pengembangan pengetahuan dan teknologi masa depan, ada program studi yang sangat dasar yang belum terserap industri tetapi tetap harus berkembang,” ujarnya.

BACA JUGA:Komitmen Majukan Pendidikan, Wali Kota Malang Raih Penghargaan Tingkat Nasional

Ia menambahkan kondisi Universitas Brawijaya masih aman karena serapan lulusan dinilai baik dan sekitar 85 persen alumni bekerja tepat waktu sesuai kriteria Kementerian Pendidikan. (edr)

Sumber: