Perluas Akses Pasar Lewat Produk Halal, UMKM Mojokerto Didorong Naik Kelas
Bupati Mojokerto Muhammad Albarraa saat sosialisasi percepatan sertifikasi halal di GMT.--
MOJOKERTO, MEMORANDUM.DISWAY.ID – Produk halal dinilai menjadi peluang strategis bagi pelaku usaha untuk naik kelas sekaligus memperluas akses pasar, baik di tingkat nasional maupun global.
Bupati Mojokerto, Muhammad Albarraa, menegaskan penguatan ekosistem halal harus menjadi bagian penting dalam arah pembangunan daerah. Hal itu disampaikan dalam kegiatan Sosialisasi Percepatan Sertifikasi Halal di Pendapa Graha Maja Tama (GMT), Rabu 29 April 2026.

Mini Kidi Wipes.--
Menurutnya, sertifikasi halal kini bukan sekadar kewajiban regulasi, tetapi juga kebutuhan pasar serta bentuk perlindungan bagi konsumen. Produk dengan jaminan halal memiliki keunggulan dari sisi kepercayaan, perluasan pasar, hingga peningkatan nilai tambah.
“Produk halal memberi nilai lebih, baik dari kepercayaan konsumen maupun peluang ekspansi pasar,” tegasnya.
BACA JUGA:Pemkab Mojokerto Genjot Pembangunan Infrastruktur, Jalan Kepuh Anyar–Ngimbangan Dilebarkan
Ia menjelaskan, percepatan sertifikasi halal sejalan dengan kebijakan pemerintah pusat melalui Badan Penyelenggara Jaminan Produk Halal (BPJPH), khususnya dalam mendukung penguatan ekonomi kerakyatan. Regulasi tersebut memberikan kemudahan bagi pelaku usaha, terutama sektor mikro dan kecil.
Pemkab Mojokerto juga terus memperkuat kolaborasi dengan berbagai pihak, seperti Universitas Airlangga, PT Ajinomoto Indonesia, dan Bank Indonesia, dalam mendukung fasilitasi sertifikasi halal. Hingga kini, sekitar 500 sertifikat halal telah diterbitkan untuk pelaku UMKM di wilayah tersebut.
Dalam jangka pendek, pemerintah daerah mendorong peningkatan literasi halal, pendampingan intensif bagi UMKM, serta integrasi layanan perizinan seperti Nomor Induk Berusaha (NIB) dan sertifikasi halal agar lebih mudah dan cepat diakses.
BACA JUGA:Pemkab Mojokerto Gelar Musrenbang RKPD 2027, Susun Arah Pembangunan Adaptif dan Terintegrasi
Sementara dalam jangka panjang, Mojokerto ditargetkan menjadi salah satu pusat ekonomi berbasis halal di Jawa Timur.
“Kami ingin UMKM tidak hanya bertahan, tetapi mampu berkembang dan bersaing di pasar yang lebih luas,” tambahnya.
Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan Kabupaten Mojokerto, Noerhono, menyebut kegiatan ini juga bertujuan meningkatkan pemahaman pelaku usaha terhadap pentingnya sertifikasi halal sebagai jaminan kualitas dan kepercayaan konsumen.

Ayo bolo kita gempur rokok ilegal.--
Selain itu, langkah ini diharapkan mampu mempercepat penetrasi produk lokal ke pasar modern hingga ekspor, sekaligus memperkuat posisi Mojokerto sebagai pusat UMKM halal yang berdaya saing dan berkelanjutan.
Dengan dorongan sertifikasi halal yang masif dan terintegrasi, UMKM Mojokerto diharapkan mampu menembus pasar lebih luas sekaligus meningkatkan nilai ekonomi daerah.(yus)
Sumber:








