Menuju ultah ke-8 memorandum.co.id
SFF 20266

PMI Lounge Bandara Soekarno-Hatta Resmi Dibuka untuk Pekerja Migran Indonesia

PMI Lounge Bandara Soekarno-Hatta Resmi Dibuka untuk Pekerja Migran Indonesia

PMI Lounge di Terminal 3 Bandara Soekarno-Hatta untuk pekerja migran Indonesia.--

JAKARTA, MEMORANDUM.DISWAY.ID – PMI Lounge di Terminal 3 Kedatangan Bandara Soekarno-Hatta resmi dioperasikan untuk meningkatkan layanan pekerja migran Indonesia, Rabu 29 April 2026.

Peresmian dilakukan oleh Direktur Jenderal (Dirjen) Imigrasi Hendarsam Marantoko sebagai bentuk peningkatan pelayanan publik di pintu masuk negara.


Mini Kidi Wipes.--

Selain itu, fasilitas ini dihadirkan untuk memberikan kenyamanan, ketertiban, dan penghormatan bagi pekerja migran Indonesia yang kembali ke tanah air.

Menurutnya, Kepala Kantor Imigrasi Kelas I Khusus TPI Soekarno-Hatta Galih Priya Kartika Perdhana menyebut PMI Lounge menjadi langkah konkret peningkatan layanan.

"Pekerja Migran Indonesia adalah warga negara yang telah memberikan kontribusi besar bagi Indonesia, sehingga layanan harus mencerminkan penghormatan dan perlindungan," ujar Galih Priya Kartika Perdhana.

BACA JUGA:Imigrasi Tanjung Perak Periksa TKA di Industri Gresik, Tidak Ditemukan Pelanggaran

Ia menambahkan PMI Lounge tidak hanya berfungsi sebagai ruang tunggu tetapi juga pusat interaksi, edukasi, dan komunikasi.

Menurutnya, pekerja migran dapat memperoleh informasi terkait hak, kewajiban, dan prosedur keimigrasian secara lebih mudah.

Sementara itu, dalam kegiatan tersebut juga ditampilkan produk karya warga binaan pemasyarakatan dari Lapas Kelas IIA Tangerang dan LPKA Kelas II Jakarta.


Ayo bolo kita gempur rokok ilegal.--

Menurutnya, langkah tersebut sebagai dukungan terhadap program pembinaan kemandirian agar produk memiliki nilai ekonomi.

Ia menambahkan peluncuran PMI Lounge melibatkan sinergi lintas instansi termasuk BP3MI Banten dan otoritas bandara.

"PMI adalah pahlawan devisa yang berkontribusi besar bagi bangsa sehingga negara hadir memberikan pelayanan yang layak dan bermartabat," tegas Hendarsam Marantoko. (–)

Sumber: