Menuju ultah ke-8 memorandum.co.id
SFF 20266

Enam Anak Diduga Keracunan MBG, Pemkab Kediri Suspend SPPG Tugurejo

Enam Anak Diduga Keracunan MBG, Pemkab Kediri Suspend SPPG Tugurejo

Bupati Dhito menjenguk siswa di RSUD SLG.--

KEDIRI, MEMORANDUM.DISWAY.ID - Pemerintah Kabupaten Kediri telah berkoordinasi dengan Badan Gizi Nasional (BGN) dan melakukan penghentian sementara (suspend) layanan Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Desa Tugurejo, Kecamatan Ngasem.

Langkah itu disampaikan Bupati Kediri, Hanindhito Himawan Pramana pada Selasa, 28 April 2026, usai membesuk anak-anak sekolah yang diduga sehari sebelumnya mengalami keracunan makanan program Makan Bergizi Gratis (MBG) dan menjalani perawatan intensif di RSUD Simpang Lima Gumul.

BACA JUGA:Pemkot Madiun Perketat Pengawasan SPPG Usai Dugaan Keracunan MBG


Mini Kidi Wipes.--

Menurut Mas Dhito sampel sisa makanan telah dikirimkan ke laboratorium. Adapun dari enam anak yang dirawat satu diantaranya telah pulang dan menjalani rawat jalan, lima lainnya masih dirawat karena leukositnya masih tinggi.

"Kalau dari hasil lab itu ternyata masih ada kandungan-kandungan yang tidak baik, maka SPPG-nya belum boleh beroperasi," kata Mas Dhito.

BACA JUGA:Waspada Beras SPHP Oplosan, Peneliti Gizi FKM Unair Ungkap Risiko Kanker hingga Keracunan


Ayo bolo kita gempur rokok ilegal.--

Supaya kasus keracunan makanan itu tidak terjadi, lanjut Mas Dhito, Pemerintah Kabupaten Kediri melalui Dinas Pendidikan meminta pihak sekolah setelah menerima makanan dari SPPG melakukan pengecekan terlebih dahulu sebelum dikonsumsi siswa. 

Pengecekan juga diharapkan dilakukan di semua sekolah, termasuk yang masuk di bawah naungan Kantor Kementerian Agama Kabupaten Kediri. Pengecekan dinilai sangat penting mengingat makanan diproduksi pada pagi hari dan dikonsumsi pada siang. 

BACA JUGA:Usai Dugaan Keracunan Siswa, Postingan Menu MBG SPPG Demangan 4 Madiun Hilang dari Instagram

Dengan kondisi tempat makan yang tertutup rapat tidak menutup kemungkinan terjadi sesuatu yang tidak diinginkan dan membahayakan ketika dikonsumsi.

"Kemarin gurunya sebenarnya sudah nyicipi cuma sudah ada yang terlanjur beberapa yang terdistribusi ke anak-anak," ungkap Mas Dhito.

BACA JUGA:Diduga Keracunan MBG, Belasan Siswa SDN 1 Demangan Madiun Dilarikan ke Rumah Sakit

Sumber:

Berita Terkait