Sayuran dan Penyakit Kronis
ilustrasi--
Sayuran perlu untuk menjaga kesehatan. Jenisnya memang banyak, tapi ternyata perlu berhati-hati memilih, terutama bagi orang dengan penyakit kronis, seperti diabetes, gangguan ginjal, asam urat. Penjelasan yang mendukung pengobatan sebaiknya diberikan untuk memastikan jenis sayur yang aman dikonsumsi.
Contohnya adalah penjelasan tentang sayuran yang ditengarai mengandung asam urat yang perlu dihindari penderita penyakit asam urat. Benar, memang ada sayuran yang mengandung purin, yaitu zat yang di dalam tubuh diubah menjadi asam urat. Misalnya bayam, asparagus, dan kembang kol, dengan kandungan purin dalam jumlah sedang.
BACA JUGA:Waspadai Tekanan Darah Tinggi
Jangan dihindari sepenuhnya, karena sayur mengandung serat, zat bioaktif, aneka vitamin dan mineral yang perlu bagi kesehatan saluran cerna. Saran terbaik adalah mencari jumlah yang sesuai dan seberapa sering boleh mengonsumsinya tanpa menyebabkan kenaikan kadar asam urat. Yang justru mutlak harus dihindari adalah mengonsumsi makanan kaya purin seperti jeroan, daging merah, kepiting, dan kerang.

Mini Kidi Wipes.--
Khusus bagi penderita diabetes, sayuran yang dianjurkan adalah yang mempunyai indeks glikemik rendah, yaitu yang tidak menyebabkan lonjakan kadar gula darah secara drastis. Contohnya adalah kacang panjang, bayam, selada, mentimun, bunga kol dan brokoli. Jenis yang tidak mengandung zat tepung, seperti kentang dan jagung, relatif lebih aman.
Perlu diketahui, kandungan zat antioksidan, vitamin dan mineral esensial pada sayuran berpotensi membantu menghindari kerusakan sel yang mungkin terjadi, termasuk sel kelenjar pankreas penghasil insulin. Oleh sebab itu, jangan berhenti menentukan jenis, jumlah dan frekuensi pemakaian yang bisa ditolerir, dengan memperhatikan kondisi kesehatan penderita.
Bagaimana kesehatan ginjal? Ginjal berperan menyaring berbagai zat beracun dan mengatur jumlah cairan tubuh, agar tidak terjadi kekurangan atau kelebihan cairan. Perhatian perlu diberikan pada jumlah asupan kalium, yaitu yang berperan mempertahankan keseimbangan cairan tubuh, kelancaran kerja otot dan sel saraf. Sayuran yang mengandung kalium, seperti bayam, terung, labu kuning, dan kentang, baik untuk menjaga kesehatan ginjal. Agar aman, pastikan jumlah, jenis, dan frekuensi makan sayur sesuai dengan kondisi kesehatan ginjal. Bahaya kelebihan kalium harus diantisipasi, karena dapat mengganggu fungsi jantung yang berakibat fatal.
Kualitas dan cara mengolah
Perhatian perlu diberikan pada kualitas dan cara mengolah sayur. Sayuran segar relatif lebih kaya zat kandungan dibandingkan dengan produk olahan. Perhatikan dengan cermat dan pilih sayur berwarna cerah, tidak layu karena penyimpanan lama, dan tidak ada kerusakan berarti karena pengaruh serangga.

Ayo bolo kita gempur rokok ilegal.--
Pilihlah cara pengolahan yang tidak banyak menyebabkan kehilangan zat kandungan sayuran. Mengukus lebih dianjurkan, terutama karena relatif dapat mengendalikan kerusakan zat kandungan pada pemanasan. Perebusan lebih berpotensi menyebabkan kehilangan zat kandungan, dan karena itu perlu mengatur kekuatan api dan lama waktu merebus. Agar hasilnya maksimal, pilihlah aneka variasi sayur yang membantu mendapatkan kelengkapan dan kecukupan aneka ragam nutrisi untuk kelancaran fungsi sel.
Penting untuk diingat, selain jumlah, frekuensi dan kesehatan umum, sensitivitas individu memegang peran signifikan pada pemilihan jenis sayuran. Bagi orang dengan penyakit kronis, perlu berkonsultasi dengan tenaga kesehatan profesional untuk memilih jenis sayuran yang cocok.
Jangan berhenti mencoba, pilih saja sayuran secara bijak. Yaitu tidak berlebih , sesuai dengan kebutuhan tubuh, dan menaati pola makan sehat yang sesuai dengan kondisi kesehatan.
Sumber:








