Menuju ultah ke-8 memorandum.co.id
SFF 20266

Kesehatan Jemaah Haji di Surabaya Terpantau Prima di AHES

Kesehatan Jemaah Haji di Surabaya Terpantau Prima di AHES

Kepala BBKK Surabaya memastikan kesehatan jemaah haji tetap prima di AHES.--

SURABAYA, MEMORANDUM.DISWAY.ID – Pengawasan kesehatan memastikan jemaah haji di Asrama Haji Embarkasi Surabaya (AHES) dalam kondisi prima saat keberangkatan berlangsung, Jumat 24 April 2025.

Kepala Balai Besar Kekarantinaan Kesehatan Surabaya Dr. Rosidi Roslan menyatakan kondisi kesehatan jemaah secara umum baik dan proses pemberangkatan berjalan lancar sesuai jadwal.


Mini Kidi Wipes.--

Selain itu, tercatat sekitar 93 kunjungan ke poliklinik asrama dengan mayoritas jemaah dalam kondisi sehat 100 persen karena vaksinasi lengkap dan terdata dalam sistem pembukuan serta aplikasi Polius.

Menurutnya, enam jemaah yang sebelumnya dirujuk untuk rawat jalan kini telah pulih dan dapat kembali mengikuti keberangkatan bersama kloter masing-masing.

"Kondisinya bagus semua, jemaah sudah berangsur berangkat per kloter. Pasien yang sebelumnya kami rujuk untuk rawat jalan, ada sekitar enam orang, kini sudah bisa berangkat," jelasnya.

BACA JUGA:Tabungan 50 Tahun Jualan Cilok, Nenek Mislicha Jadi Jemaah Tertua Kloter 10 Menuju Baitullah

Sementara itu, satu jemaah masih menjalani perawatan intensif di rumah sakit rujukan akibat sesak napas yang diduga mengarah pada gejala tuberkulosis.

Ia menambahkan, penanganan dilakukan secara optimal agar kondisi jemaah stabil dan dapat menyusul keberangkatan setelah dinyatakan layak oleh tim medis.

"Fokus kami adalah pemulihan cepat, terutama karena ini masih awal pemberangkatan, sehingga diharapkan mereka tetap bisa menyusul berangkat setelah dinyatakan stabil oleh tim medis," tambahnya.


Ayo bolo kita gempur rokok ilegal.--

Selain itu, BBKK Surabaya juga memperketat pengawasan makanan untuk mencegah gangguan kesehatan selama masa tunggu di asrama.

Ia menegaskan, pemeriksaan makanan dilakukan tiga kali sehari untuk memastikan kualitas, kebersihan, serta kesesuaian dengan standar gizi bagi jemaah.

BACA JUGA:Diiringi Gema Talbiyah, Plt Wali Kota Batu Lepas Keberangkatan 226 Jemaah Haji

"Kami melakukan pengawasan makanan sebanyak tiga kali sehari pagi, sore, dan malam. Kami memastikan makanan tidak pedas, tidak berlendir, dan sesuai standar gizi. Kami mengedukasi jemaah agar berhati-hati jika membawa atau membeli makanan dari luar yang tidak terjamin kebersihannya, karena risiko keracunan makanan bisa berakibat fatal bagi jadwal keberangkatan mereka," tegasnya.

Langkah preventif ini dilakukan selama 24 jam untuk memastikan seluruh jemaah dapat menunaikan ibadah haji dalam kondisi fisik optimal. (mtr)

 
 

Sumber: