Kenali Perbedaan Matcha Asli dan Campuran, Jangan Tertipu Harga Murah demi Kesehatan
Ilustrasi bubuk matcha asli yang sering digunakan pada pure matcha.(Sumber: Freepik)--
SURABAYA, MEMORANDUM.DISWAY.ID - Popularitas matcha terus meningkat dalam beberapa tahun terakhir. Minuman ini semakin mudah ditemukan, mulai dari kafe hingga produk instan di pasaran. Banyak orang mulai beralih ke matcha karena dianggap lebih “ringan” dibandingkan dengan kopi. Namun di balik tren tersebut, muncul fenomena yang perlu diwaspadai, yaitu beredarnya matcha yang tidak murni atau sudah dicampur dengan bahan lain.
Matcha asli berasal dari daun teh khusus yang diproses secara detail hingga menjadi bubuk halus berkualitas tinggi. Prosesnya tidak sederhana, mulai dari penanaman, peneduhan daun, hingga penggilingan menggunakan batu. Karena itulah, harga matcha asli cenderung lebih mahal. Kondisi ini kemudian dimanfaatkan oleh sebagian produsen untuk menghadirkan produk dengan harga lebih murah, tetapi kualitasnya sudah berbeda karena adanya campuran.
BACA JUGA:Matcha vs Kopi, Mana Lebih Ampuh Bikin Melek? Ini Perbandingan Kafeinnya

Mini Kidi Wipes.--
Untuk membedakan matcha asli dan campuran, ada beberapa ciri yang bisa dikenali. Pertama dari warna, matcha asli memiliki warna hijau cerah yang terlihat segar, sedangkan yang tidak murni cenderung kusam, kekuningan, atau terlalu gelap.
Kedua dari rasa, matcha asli memiliki rasa lembut dengan sedikit umami yang khas. Sementara itu, produk campuran biasanya terasa pahit berlebihan atau justru hambar karena sudah tercampur dengan bahan lain.
BACA JUGA:Kopi vs Matcha: Mana yang Kafeinnya Lebih Nendang?
Ketiga dari aroma, matcha asli memiliki aroma segar khas daun teh. Sebaliknya, produk campuran bisa berbau apek atau terlalu kuat akibat tambahan perisa buatan.
Keempat dari tekstur, matcha asli sangat halus seperti bedak dan mudah larut saat diseduh. Sedangkan yang tidak murni terasa lebih kasar dan cenderung menggumpal.
Kelima dari komposisi, matcha murni hanya berisi bubuk teh tanpa tambahan apa pun. Jika terdapat gula, susu bubuk, atau pewarna, maka produk tersebut bukan matcha asli.
BACA JUGA:Minum Matcha saat Diet, Tren Gaya Hidup Sehat yang Kian Digemari Anak Muda
Selain dari cirinya, ada juga risiko yang perlu diperhatikan jika mengonsumsi matcha campuran secara rutin. Pertama, kandungan gula dan bahan tambahan yang tinggi bisa meningkatkan risiko masalah kesehatan seperti obesitas dan gangguan metabolisme.
Kedua, kandungan antioksidan pada produk campuran biasanya jauh lebih rendah. Padahal, antioksidan merupakan salah satu manfaat utama yang membuat matcha banyak diminati.
Ketiga, produk yang tidak jelas asal-usulnya berisiko menggunakan bahan baku dengan kualitas rendah atau tidak higienis. Hal ini tentu dapat berdampak pada kesehatan jika dikonsumsi dalam jangka panjang.
Sumber:








