Menuju ultah ke-8 memorandum.co.id
SFF 20266

Respons Keluhan Warga, Polsek Mulyorejo Garuk Pak Ogah di Jalan Kenjeran

Respons Keluhan Warga, Polsek Mulyorejo Garuk Pak Ogah di Jalan Kenjeran

Polsek Mulyorejo ssat melakukan penertiban terhadap juru parkir liar atau yang akrab disapa Pak Ogah.--

​SURABAYA, MEMORANDUM.DISWAY.ID – Guna menjaga kelancaran arus lalu lintas dan kenyamanan pengguna jalan, Polsek Mulyorejo melakukan penertiban terhadap juru parkir liar atau yang akrab disapa Pak Ogah di titik-titik rawan kemacetan Jalan Kenjeran, Surabaya, pada Jumat 24 April 2026.

​Operasi ini dipimpin langsung oleh Kanit Samapta Polsek Mulyorejo beserta personil Piket Samapta sekitar pukul 14.22 WIB.

BACA JUGA:Antisipasi Kejahatan, Polsek Mulyorejo Intensifkan Patroli Objek Vital Perbankan


Mini Kidi Wipes.--

Penertiban ini menindaklanjuti laporan masyarakat yang merasa resah dengan keberadaan oknum yang seringkali menghambat laju kendaraan di titik putar balik (U-turn).

​Dalam operasi tersebut, petugas mengamankan dua orang di lokasi berbeda:

BACA JUGA:Antisipasi Rumah Kosong, Polsek Mulyorejo Intensifkan Patroli Sambang Perumahan Mulyosari Prima

​U-turn Pompa Air Kalijudan: Diamankan seorang laki-laki berinisial MR (Warga Jl. Wonosari Mulyo, Surabaya).

​U-turn Auri: Diamankan seorang laki-laki berinisial ZA (Warga Jl. Bulak Banteng Baru, Surabaya). Petugas juga menyita Kartu Tanda Penduduk (KTP) sebagai barang bukti.

​Setelah didata di Mapolsek Mulyorejo, kedua oknum tersebut langsung dikirim ke Lantai 2 Barak Adem Polrestabes Surabaya untuk menjalani proses tindak pidana ringan (Tipiring) dan pembinaan lebih lanjut.


Ayo bolo kita gempur rokok ilegal.--

​Kapolsek Mulyorejo, AKP Desy Ratnasari Dewanti, S.I.K., menegaskan bahwa tindakan ini merupakan bentuk respon cepat Polri terhadap keluhan masyarakat terkait gangguan ketertiban umum di jalan raya.

​"Kami menerima banyak masukan dari warga mengenai keberadaan Pak Ogah di kawasan Jalan Kenjeran, khususnya di U-turn Auri dan Pompa Air Kalijudan. Keberadaan mereka seringkali bukan memperlancar, malah memicu kemacetan karena lebih mendahulukan kendaraan yang memberi uang," ujar AKP Desy.(mtr)

Sumber:

Berita Terkait