Pemkab Gresik Perkuat Kualitas Pelayanan Kesehatan Daerah, Bupati Minta Standar Mutu Ditingkatkan
Bupati Gresik memberi sambutan dalam Pelatihan Teknis Penyusunan SPM dan Renstra BLUD. --
GRESIK, MEMORANDUM.DISWAY.ID - Pemerintah Kabupaten Gresik terus berupaya meningkatkan kualitas layanan kesehatan yang dimiliki. Itu diwujudkan melalui penguatan Standar Pelayanan Minimal (SPM) dan Rencana Strategis (Renstra) Badan Layanan Umum Daerah (BLUD).
Komitmen tersebut ditegaskan Bupati Gresik, Fandi Akhmad Yani. Menurutnya, layanan kesehatan merupakan garda terdepan yang secara langsung membentuk citra pemerintah di mata masyarakat.
“Baik buruknya wajah pemerintah hari ini sangat ditentukan oleh pelayanan di lini terdepan, terutama puskesmas dan Instalasi Gawat Darurat (IGD) Rumah Sakit,” tegasnya, Kamis 23 April 2026.
BACA JUGA:Perkuat Layanan Haji, Pemkab Gresik Salurkan Kursi Roda dan Paket Obat untuk Jemaah Lansia

Mini Kidi Wipes.--
Apalagi, di era digital masyarakat semakin kritis dan keluhan pelayanan lebih cepat menyebar luas. Hal itu pun disebut menuntut transformasi cara kerja birokrasi, khususnya dalam memberikan pelayanan publik.
“Pelayanan tidak bisa lagi menggunakan pola lama. Standar mutu dan kualitas harus benar-benar kita susun dengan baik, karena itu menjadi wajah pemerintah,” tuturnya.
Dirinya menyoroti tingginya ekspektasi masyarakat terhadap layanan kesehatan. Terutama kalangan pekerja yang merasa telah memenuhi kewajiban sebagai peserta BPJS Kesehatan. Ia menegaskan bahwa layanan kesehatan tetap menjadi prioritas pemkab.
“Yang utama adalah menyelamatkan masyarakat terlebih dahulu. Soal administrasi dan pembiayaan bisa kita carikan solusi,” sebutnya.
BACA JUGA:Pemkab Gresik Bidik Juara Umum MTQ Ke-32 Jatim dan Persiapkan Kafilah Terbaik

Ayo bolo kita gempur rokok ilegal.--
Menurutnya, tantangan utama layanan kesehatan saat ini berada pada kualitas pelayanan (service). Hal itu pun disebut menjadi salah satu faktor yang mendorong masyarakat memilih berobat ke luar negeri.
“Banyak yang sekolahnya sama, alatnya juga tidak jauh berbeda. Tapi yang membedakan adalah pelayanan,” ungkapnya.
Ia pun mengingatkan pentingnya penyusunan Rencana Strategis yang terukur, akuntabel, dan selaras dengan prinsip good governance. Setiap perencanaan dan pelaksanaan harus dapat dipertanggungjawabkan.
Sumber:








