Nakes di Gondangwetan Pasuruan Jadi Korban Jambret, Tas Berisi Ponsel dan Uang Raib
Petugas kepolisian saat melakukan olah TKP di lokasi penjambretan nakes di kawasan Gondangwetan.--
PASURUAN, MEMORANDUM.DISWAY.ID – Aksi kriminalitas jalanan menimpa seorang tenaga kesehatan (nakes) berinisial NAM (27) yang menjadi korban penjambretan saat melintas di Jalan Raya Kecamatan Gondangwetan, Rabu 22 April 2026 malam.
Peristiwa bermula sekira pukul 19.20 WIB saat korban tengah dalam perjalanan pulang kerja dengan mengendarai sepeda motor sendirian.
Di tengah perjalanan di sekitar lapangan Desa Gayam, korban tiba-tiba dipepet oleh seorang pria tidak dikenal yang juga mengendarai sepeda motor.
Tanpa basa-basi pelaku langsung menarik paksa tas selempang yang dikenakan korban hingga berhasil dikuasai.
BACA JUGA:Dua Jambret Dimassa Pengunjung Kota Lama Surabaya, Satu Pelaku Residivis Narkoba

Mini Kidi Wipes.--
Korban sempat berusaha melakukan pengejaran terhadap pelaku namun pria tersebut memacu kendaraannya dengan kecepatan tinggi dan berhasil meloloskan diri.
Akibat insiden tersebut korban kehilangan tas yang berisi satu unit ponsel, kartu identitas diri berupa KTP, serta Kartu ATM.
Di dalam tas tersebut juga terdapat buku tabungan serta sejumlah uang tunai dengan total kerugian materiil diperkirakan mencapai Rp 3 juta.
Tak lama setelah kejadian korban langsung mendatangi Polsek Keboncandi untuk melaporkan musibah yang menimpanya kepada petugas kepolisian.
Kasi Humas Polres Pasuruan Kota Aipda Junaidi membenarkan adanya laporan kasus pencurian dengan pemberatan tersebut.
Pihaknya menyatakan bahwa anggota Polsek Keboncandi telah mendatangi tempat kejadian perkara (TKP) untuk mencari petunjuk dan barang bukti.
"Petugas sudah melakukan olah TKP awal dan saat ini sedang melakukan penyelidikan lebih lanjut, termasuk melakukan pemeriksaan terhadap korban," ujar Junaidi, Kamis 23 April 2026.

Ayo bolo kita gempur rokok ilegal.--
Sebagai barang bukti awal pihak kepolisian telah mengamankan fotokopi identitas dan buku tabungan milik korban guna kepentingan penyidikan lebih lanjut.
Pihak kepolisian juga menghimbau masyarakat khususnya pengendara motor yang melintas di area sepi untuk lebih waspada.
Kepolisian menyarankan warga menghindari penggunaan tas selempang yang mencolok demi mencegah aksi serupa terjadi kembali di wilayah Pasuruan. (kd/mh)
Sumber:








