Menuju ultah ke-8 memorandum.co.id
SFF 20266

Hari Bumi Sedunia: Dari Sejarah Kelam hingga Aksi Nyata Menjaga Alam

Hari Bumi Sedunia: Dari Sejarah Kelam hingga Aksi Nyata Menjaga Alam

Hari Bumi--

SURABAYA, MEMORANDUM.DISWAY.ID - Setiap tanggal 22 April diperingati sebagai Hari Bumi. Dilansir dari laman Earth Day, semua ini bermula dari tragedi tumpahan minyak besar di Santa Barbara, California. Jutaan galon minyak mencemari laut dan membunuh ribuan satwa air. Peristiwa ini mengguncang publik dan menyadarkan orang bahwa lingkungan kita sedang dalam bahaya besar.

Seorang senator dari Wisconsin, Gaylord Nelson, terinspirasi oleh gerakan protes mahasiswa saat itu. Ia ingin membawa energi protes anti-perang ke dalam kesadaran publik tentang polusi udara dan air.

BACA JUGA:Sambut Hari Bumi 2026 Polsek Asemrowo Bersihkan Kampung Warna Warni Tambat Labuh Shontoh Laut Surabaya


Mini Kidi Wipes.--

Ia kemudian mengajak Denis Hayes, seorang aktivis muda, untuk mengorganisir “aksi nasional” demi lingkungan. Mengapa pada 22 April? Karena tanggal tersebut jatuh di antara libur musim semi dan ujian akhir, dengan harapan partisipasi mahasiswa akan maksimal.

Hasilnya di luar ekspektasi. Sekitar 20 juta orang turun ke jalan, menuntut perhatian terhadap pencemaran lingkungan, mulai dari limbah pabrik, polusi kendaraan, hingga hilangnya habitat liar. Pada momen ini pula, berbagai kelompok—baik dari Partai Republik maupun Demokrat, kaya maupun miskin, petani hingga pengusaha—bersatu demi satu kepentingan bersama: melindungi bumi.

BACA JUGA:Peringati Hari Kartini, Petugas Loket Kantah Tulungagung Berkebaya Sambut Warga dengan Humanis


Ayo bolo kita gempur rokok ilegal.--

Dampaknya sangat besar. Pemerintah AS kemudian membentuk Environmental Protection Agency (EPA). Selain itu, lahir pula undang-undang bersejarah seperti Clean Air Act (Undang-Undang Udara Bersih), Clean Water Act (Undang-Undang Air Bersih), dan Endangered Species Act (Undang-Undang Spesies Terancam Punah).

Pada tahun 1990, Hari Bumi berkembang ke skala internasional. Denis Hayes kembali menggerakkan sekitar 200 juta orang di 141 negara, sehingga isu lingkungan semakin mendapat perhatian global dan turut diangkat dalam KTT Bumi PBB di Rio de Janeiro tahun 1992.

Hingga saat ini, lebih dari 1 miliar orang di berbagai negara merayakan Hari Bumi, dengan isu yang semakin kompleks seperti krisis iklim, transisi energi, dan restorasi ekosistem.

BACA JUGA:Ceria Anak TK Peringati Hari Kartini Bersama Polwan dan Bhayangkari Ngawi

Tak harus aksi besar untuk memberi dampak signifikan. Berikut beberapa perubahan kecil yang bisa kamu lakukan secara konsisten untuk menjaga bumi kita:

1. Kurangi plastik sekali pakai dengan membawa botol minum sendiri saat bepergian.

Sumber:

Berita Terkait