Menuju ultah ke-8 memorandum.co.id
SFF 20266

Plt Kasek Segera Diisi, Baharudin Target Pekan Depan Sudah Ada Kepala Sekolah Definitif

Plt Kasek Segera Diisi, Baharudin Target Pekan Depan Sudah Ada Kepala Sekolah Definitif

Plt Bupati Tulungagung Ahmad Baharudin --

TULUNGAGUNG, MEMORANDUM.DISWAY.ID - Kekosongan jabatan kepala sekolah di sejumlah lembaga pendidikan negeri di Tulungagung segera terisi. Hal ini disampaikan oleh Plt Bupati Tulungagung, Ahmad Baharudin.

Dirinya menargetkan penetapan kepala sekolah definitif bisa rampung dalam waktu dekat.

BACA JUGA:Pengisian 6 Jabatan Tinggi Pemkab Tulungagung, Bupati: Tidak Ada Jalur Belakang, Tidak Ada Jual Beli Jabatan!


Mini Kidi Wipes.--

Ditemui di ruang kerjanya, Rabu, 22 April 2026, Baharudin menyebut saat ini masih ada 21 sekolah yang belum memiliki kepala sekolah definitif. Untuk sementara, posisi tersebut diisi oleh pelaksana tugas (Plt).

“Untuk Plt kasek hari ini bisa segera diisi untuk 21 yang belum ada kaseknya. Kita target minggu depan sudah ada penetapan kepala sekolah definitif,” ujar Baharudin.

BACA JUGA:Kanwil BPN Jatim Gelar Uji Kompetensi Jabatan Fungsional Penata Pertanahan, 142 ASN Siap Naik Jenjang


Ayo bolo kita gempur rokok ilegal.--

Ia menjelaskan, sempat ada kendala pada Februari hingga Maret terkait pencairan dana Bantuan Operasional Sekolah (BOS). Namun, pihaknya memastikan persoalan tersebut akan segera dikoordinasikan dengan pemerintah pusat.

“Kendalanya kemarin di Februari-Maret, pencairan BOS. Itu akan kita koordinasikan dengan Kemendagri. Untuk April ke depan tidak ada masalah,” jelasnya.

BACA JUGA:Pemkab Tulungagung Perpanjang Masa Jabatan Empat Kades hingga 2027

Sebelum penetapan definitif dilakukan, Pemkab Tulungagung terlebih dahulu akan melakukan evaluasi terhadap para Plt kepala sekolah yang saat ini menjabat.

“Plt akan kita evaluasi dulu, kita saring mana saja yang perlu pertimbangan dan lainnya sebelum ditetapkan,” imbuhnya.Menanggapi isu yang sempat beredar terkait dugaan praktik jual beli jabatan kepala sekolah, Baharudin menegaskan hal tersebut tidak benar. Ia bahkan membuka ruang bagi masyarakat untuk melapor jika menemukan praktik semacam itu.

“Tidak ada jual beli jabatan. Kalau ada laporan seperti itu, silakan disampaikan kepada saya. Nanti akan kita tindak pelakunya,” tegasnya.

Sumber:

Berita Terkait