Menuju ultah ke-8 memorandum.co.id
SFF 20266

Kepala BKPSDM Gresik Bantah Kedekatan dengan Terduga Pelaku Penipuan SK ASN

Kepala BKPSDM Gresik Bantah Kedekatan dengan Terduga Pelaku Penipuan SK ASN

Kepala BKPSDM Gresik Agung Endro Utomo memberi keterangan media di Kantor DPRD Gresik terkait kasus SK ASN palsu.--

GRESIK, MEMORANDUM.DISWAY.ID – Kepala BKPSDM (Badan Kepegawaian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia)  Gresik Agung Endro Utomo membantah kabar kedekatan dirinya dengan AT terduga pelaku pemalsuan SK ASN yang juga pecatan PNS Pemkab Gresik.

Agung Endro mengatakan bahwa pihaknya telah menyerahkan sepenuhnya kasus tersebut ke Satreskrim Polres Gresik untuk membuktikan pelaku di balik penipuan SK ASN.

"Monggo orang berstatement itu, yang jelas kita sudah menyerahkan semua ke aparat penegak hukum," katanya.

BACA JUGA:Polisi Selidiki Sejumlah Nama Terkait Penipuan SK ASN Pemkab Gresik

Pernyataan tersebut disampaikan Agung usai memenuhi permintaan klarifikasi di Komisi I DPRD Gresik.

BACA JUGA:Pemkab Gresik Dampingi Korban Penipuan SK ASN, Uang Disetor hingga Rp 150 Juta

Meskipun pernah sekantor, Agung mengaku tidak mengenal AT yang disebut oleh ASN berinisial AG memiliki kedekatan dengan dirinya.


Mini Kidi Wipes.--

Pihaknya menghargai para korban yang telah mengadu ke BKPSDM untuk dijadikan informasi serta pedoman penyelidikan di kepolisian.

"Tidak tahu (AT), ya dulu kan pernah sekantor. Nanti aparat penegak hukum yang mengetahui sampai sejauh mana," tandasnya.

Sebelumnya, AG mengatakan bahwa dirinya menjadi orang pertama yang tertipu modus rekrutmen ASN berbayar yang dilakukan oleh AT, Kamis 16 April 2026.

AG mengaku telah membayar sejumlah uang kepada AT untuk memasukkan anaknya sebagai ASN karena pelaku mengaku memiliki kedekatan dengan pejabat.

Ia membawa 4 orang untuk dibantu oleh AT dengan membayar uang total Rp 500 juta.

"Sebelum lunas SK tidak diberikan, makanya kami bayarkan lunas. Termasuk untuk PPPK anak saya, keponakan, dan dua anak teman," kata AG.


Ayo bolo kita gempur rokok ilegal.--

Menurutnya, AT meyakinkan korban dengan menunjukkan bukti pesan WhatsApp bersama pejabat BKPSDM Gresik meskipun SK yang diberikan ternyata palsu.

"Semua sudah bayar lunas. Informasi dari AT, uang ditransfer ke rekening istrinya, kemudian diteruskan melalui pihak keluarga dari pejabat terkait," tuturnya.

Selain 4 orang tersebut, AG menyebut terdapat sejumlah kepala desa yang juga menitipkan keluarga mereka kepada pelaku.

Setelah kasus ini mencuat ke publik, pelaku AT disebut telah melarikan diri dari rumahnya di Kecamatan Menganti. (rez)

 

Sumber: